Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, December 14, 2010

Suku Bangsa Sebagai Golongan

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12957275/Anggung.doc.html

Tugas Antropologi

Sistem-sistem Penggolongan
Penggolongan atau pernikahan dilakukan berdasarkan atas sesuatu yang menjadi ciri khas yang menonjol yang diperlukan sebagai petunjuk atau pedoman. Berdasarkan ciri khasnya tersebut sesuatu gejala dapat dibandingkan perbedaannya dari gejala lainnya. Dipilih dari berdasarkan sejumlah ciri-ciri tadi berdasarkan ilmu pengetahuan atau didalam kebudayaan dari para pelaku yang bersangkutan. Suatu penggolongan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dan maksud tertentu. Tujuannya yaitu melancarkan mempertajam makna yang ada pada tujuan komunikasi. Sebuah penggolongan dengan demikian merupakan hasil dari penggolongan dari sebuah ciri-ciri khas yang menonjol tadi menjadi sebuah konsep dalam hubungan konteksnya.
Dalam kehidupan sehari-harinya seseorang pasti menggolongkan terhadap apa yang ada didalam kehidupan khusus.
Sebagai contohnya diambil dari profesi seorang pendidik terhadap peserta didiknya. Dalam proses belajar mengajar pendidik punya kriteria untuk menggolongkan peserta didiknya kedalam golongan: laki-laki – perempuan, kaya – miskin, pandai – bodoh. Jika penggolongan seperti tidak termasuk penggolongan berdasarkan dalam konteksnya. Sehingga pendidik tersebut dapat digolongkan pula sama peserta didiknya dia seorang pengajak atau pendidik yang tidak baik atau kegolongan apapun yang menurut peserta didiknya.
Mereka memasukkan pengajar/pendidik itu berdasarkan ciri-ciri kelakuan, perbuatan yang dilakukan. Bisa ditarik kesimpulan bahwa sesuatu penggolongan tidak berdiri sendiri dan tidak menghasilkan golongan yang terisolasi dari golongan atau golongan-golongan yang lainnya. Setiap satu penggolongan pasti mempunyai lawan penggolongan yang berlawanan yang tergolong ke penggolongan yang lebih umum. Hubungan antar golongan selalu didukung keberadaan setiap golongan yang memperkuat posisinya dalam hubungan antar golongan.
Penggolongan yang dilakukan oleh manusia yang disebut sistem, karena masing-masing penggolongan yang dilakukan saling berhubungan yang menghasilkan makna sesuai tujuan penggolongan-penggolongan yang dibentuk akan menghasilkan golongan-golongan baru yang memiliki perbedaan bahkan bertentangan dengan ciri khususnya. Di dalam perbedaan setiap golongan juga memiliki kwalitas dan kwantitas yang terwujud dalam sistem penggolongan yang vertikal sehingga terbentuklah golongan yang berbeda dalam lapisan-lapisan.
Pada dasarnya penggolongan sosial/pengelompokan sosial yang mendasarkan atas ciri-ciri sosial dari warga masyarakat contohnya adanya penggolongan perempuan/kelompok perempuan. Sedangkan kelompok itu adalah sebuah satuan yang berdasarkan kumpulan individu-individu sebuah kelompok dalam kenyataannya dapat diamati atau diraba.
Kelompok terbentuk biasanya berdasarkan ciri-ciri berdasarkan penggolongan yang dibuat.
Unsur kebudayaan menjadi salah satu usur bentuk acuan untuk penggolongan dan pengelompokan. Dengan kebudayaan yang berbeda-beda dapat saling membedakan diantara mereka untuk sesuatu tujuan tertentu. Namun pada dasarnya manusia dapat mempersatukan diri kesebuah golongan dari golongan lainnya. Contohnya seorang perempuan masuk ke dalam suasana santri pasti dia akan bisa beradaptasi dengan lingkungan santri.