Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, December 8, 2010

start

Start dalam berlari adalah suatu persiapan awal seorang pelari akan melakukan gerakan berlari. Untuk nomor jarak pendek start yang dipakai adalah start gaya jongkok (Crouch Start).
Dalam Atletik khususnya cabang lari kita jumpai teknik dalam permulaan lari (Start).Permulaan Lari (Start) Menggunakan alat yaitu Start Block yang dapat disesuaikan ukurannya berdasarkan kaki pelari.
Posisi seorang yang akan berlari adalah :
Pada saat diberikan aba-aba : Bersedia,,,,,,,,Siaaaap, Yaaak!!!/ bunyi pistol.
1. Bersedia.
Pelari harus menempatkan kakinya di blok (tempat/ papan untuk melakukan awalan start).
Lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung.
Pandangan mata menatap lurus ke bawah.

2. Siaaaap….
Menyesuaikan sikap yang sesuai pada posisi aba-aba. Lutut kaki depan membentuk posisi sudut 90 derajat dan yang belakang 120-140 derajat.
Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu dan garis punggung sedikit menurun ke depan.
Pandangan ke bawah 1-1,5 meter di muka garis start

3. Yaaa…!!!! (Bunyi pistol)
Kedua kaki mendorong dengan dorongan yang eksplosif terhadap tumpuan pada start blok dalam suatu sudut yang optimal diikuti dengan badan yang diluruskan dan diangkat.
Langkah pertama kira-kira 45-75 cm di depan garis start.




Yang Perlu Diingat !!!!!!
• Barat badan harus meluncur ke depan dari sikap jongkok berubah menjadi sikap lari dan jangan ada gerakan ke samping.
• Langkah lari semakin lama semakin melebar. 6-9 langkah pertama adalah langkah peralihan.
• Secara berangsur-angsur pandangan mata diarahkan ke garis finish.

OLAHRAGA ATLETIK

1. lapangan/Track dan perlengkapan lari
a. Lapangan/Track Atletik
1) Satu keliling lari saharusnya dibuat agar panjangnya 400 meter, dibatasi dengan garis yang dibuat dari semen, kayu, atau bahan lain yang lebarnya 5 cm, dan tingginya 5 cm
2) Untuk perlombaan internasional sekurang-kurangnya harus mempunyai 6 lintasan, idealnya mempunyai 8 lintasan.
3) Lebar setiap lintasan minimal 1,22 meter, maksimal 1,25 meter, dibatasi garis yang tebalnya 5 cm.
4) Kemiringan lintasan yang diizinkan adalah tidak melebihi 1:100 untuk kemiringan ke samping, 1 : 1000 untuk kemiringan pada arah lain.
b. Perlengkapan Lari
Untuk menjaga kenyamanan ketika berlari, perlu memerhatikan beberapa perlengkapan lari, diantaranya pakaian dan sepatu. Pakaian yang digunakan pelari, khusus pakaian olahraga yang bersih, tidak tembus pandang ketika basah, dibuat khas dan tidak terlalu ketat. Untuk sepatu, sebaiknya sepatu yang memakai sol besi tidak boleh lebih dari 25 mm atau bergaris tangan 4 mm dan diizinkan untuk membuat celah-celah pada bagian tepinya.

LATIHAN TEKNIK DASAR ATLETIK

1. Latihan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)
Lari jarak pendek (Sprint) merupakan salah satu nomor lari, yang harus menempuh jarak tertentu (100 m, 200 m, dan 400 m) dengan kecepatan semaksimal mungkin.

a. Latihan Teknik Start Jongkok
Start jonkok dipergunakan oleh pelari cepat, tetapi sekarang pun masih banyak pelari 800 meter menggunakan start jongkok. Start jongkok ada tiga macam antara lain : (1) Start pendek (bunc stam) (2) Start menengah (medium start), dan (3) Start panjang (long start).
1) Latihan Sikap Start pada Aba-aba “Bersedia�
2) Latihan Sikap Start pada Aba-aba “Siap�
3) Latihan Sikap Start pada Aba-aba “Ya�
4) Latihan Gerakan Lari
5) Latihan Gerakan Memasuki Garis Finish
STRAT JONGKOK
Start adalah suatu persiapan awal seseorang pelari akan malakukan gerakan berlari. Untuk nomor lari jarak pendek start yang digunakan adlah start jongkok (crouch start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri (standing start).
Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari gawang adlah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Si pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.
Suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut ini :
1. konsentrasi penuh dan menghilangkan semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba Bersediaaa
2. menyesuaikan sikap yang sesuai pada posisi aba-aba Siaaap
3. suatu dorongan eksplosif oleh kedua kaki terhadap tumpuan pada start block dalam suatu sudut yang optimal.
1. Penempatan Start Blok
Ada tiga macam penempatan start blok, dan penempatannya disesuaikan dengan postur tubuh, yaitu :
a. Start pendek (short start)
b. Start medium (medium start)
c. Start panjang (longed start)
2. Aba-aba Start Lari Sprint
Lari sprint seoarang starter akan memberikan aba-aba : bersediaaa, siaaap. Yaaak atau door bunyi pistol. Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas sebagai berikut :
a. Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kaki dalam menyentuh blok depan dan belakang; lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap lurus ke bawah.
b. Siaaap
Setelah ada aba-aba siaaap, seoang pelari akan menempatkan posisi badan sebagai berikut : lutut ditekan ke belakang ; lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat ; lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120-140 derajat ; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari kedua tangan.
c. Yaak (bunyi pistol) atau drive
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yaak adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start blok ; kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian ; kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak namun lebih lama ; kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan ; lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.
3. Tahap-Tahap Pembelajaran Start Jongkok
Pembelajaran start jongkok terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
a. tahap bermain (games)
b. tahap teknik dasar (basic of technic)
a. Tahap Bermain (Games)
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem) start secara tidak langsung , dan cara start yang benar dinjau secara anatomis, memperbaiki sikap start serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain start adalah meningkatkan konsentrasi,reaksi bergerak, dan percepatan gerak siswa.
b. Tahap Teknik Dasar (basic of technic)
Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak start jongkok yang sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
b.1. Start dari posisi yang berbeda-beda
Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan percepatan suatu tanda aba-aba bergerak ke posisi lari dan melakukan lari percepatan. Tahap latihan dapat dilakukan secara individu atau berpasangan (satu atlet mengejar atlet yang lain)
b.2. Start berdiri dengan suatu tanda
Tahap ini bertujuan mengembangkan konsentrasi dan reaksi ; pada tahap ini dapat menggunakan suatu tanda-tanda start dapat lewat pendengaran (audio), lewat penglihatan (visual), dan sentuhan (taktil).
b.3. Start Berdiri dengan Berbagai variasi
Tahap ini bertujuan untuk melatih dan belajar mangangkat badan dan lari percepatan.
b.4. Posisi “Bersedia”
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi”bersedia”, pada tahap ini guru menjelaskan bagaimana cara menempatkan dan memasang start blok, dan demonstrasikan unsure-unsur kunci dari posisi awal serta latihlah dengan koreksi oleh guru atau teman/pasangannya.
b.5. Posisi Siaaap
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi siaaap pada saat start. Pada tahap ini guru sebaiknya menjelaskan perobahan sikap dari posisi bersedia ke posisi siap tanpa melakukan lari dan melakukan koreksi.
b.6. Urutan Gerak Secara Keseluruhan
Tahap ini bertujuan untuk merangkai tahap-tahap b.4;b.5 menjadi suatu gerakan keseluruhan. Pada tahap ini siswa melakukan start dan dilanjutkan lari sprint 10 sampai dengan 30 m dengan aba-aba atau tanpa aba-aba. Guru mencoba mengatur variasi waktu antara siap dan yaak atau bunyi peluit














Sprinter Usain Bolt, Sabtu (16/8), berhasil memenangi lomba lari 100 meter putra Olimpiade Beijin 2008. Tak hanya itu, dengan merampungkan lomba dalam 9,69 detik, pelari Jamaika itu berarti memecahkan rekor dunia.
Final lari 100 meter di stadion utama Olimpiade Beijing 2008 sangat ditunggu banyak orang. Puluhan ribu orang memadati stadion yang mendapat julukan Bird Nest itu. Saat Bolt memenangi lomba dan memecahkan rekor, semua orang di stadion, tanpa terkecuali, berteriak.
Semua orang bergembira melihat aksi Bolt yang luar biasa. Rekor lama 100 meter adalah 9,72 detik atas nama Bolt
Sprinter Usain Bolt, Sabtu (16/8), berhasil memenangi lomba lari 100 meter putra Olimpiade Beijin 2008. Tak hanya itu, dengan merampungkan lomba dalam 9,69 detik, pelari Jamaika itu berarti memecahkan rekor dunia.
Final lari 100 meter di stadion utama Olimpiade Beijing 2008 sangat ditunggu banyak orang. Puluhan ribu orang memadati stadion yang mendapat julukan Bird Nest itu. Saat Bolt memenangi lomba dan memecahkan rekor, semua orang di stadion, tanpa terkecuali, berteriak.
Semua orang bergembira melihat aksi Bolt yang luar biasa. Rekor lama 100 meter adalah 9,72 detik atas nama Bolt
Pada jalur termasuk: lari jarak pendek (100m, 200m, 400m), jarak menengah (800m, 1500m) dan jarak jauh (5000m, 10,000m), lari rintang (100m dan 400m untuk wanita, 110m dan 400m untuk pria), marathon (4 x 100m dan 4 x 400m) dan lari rintang 3000m.
A. Lari Jarak Pendek
Lari jarak pendek adalah salah satu nomor lari cepat. Lari jarak pendek disebut juga sprint. Adapun teknik dan cara melakukan lari jarak pendek adalah :
1. Teknik Start dalam Lari Jarak Pendek
Start berdasarkan kegunaanya dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu start berdiri (standing start), start melayang (flying start), dan start jongkok (crouching start). Start berdiri digunakan untuk lari jarak jauh, start melayang digunakan untuk lari sambung (estafet), khususnya pelari ke – 2, ke – 3, dan ke – 4, sedangkan start jongkok digunakan untuk lari jarak pendek. Sesuai dengan istilahnya, start jongkok dilakukan dengan cara berjongkok. Start jongkok berdasarkan cara pelaksanaannya dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a. Start pendek (the short start / bunch start)
1) Sikap permulaan
Sikap permulaan start pendek yaitu : berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.
2) Cara melakukan
Cara melakukan start pendek yaitu :
a) Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan.
b) Letakkan ujung jari kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan.
c) Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
d) Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V tebalik di belakang garis start.

b. Start menengah (the medium start)
1) Sikap permulaan
Sikap permulaan start menengah yaitu :
Berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.
2) Cara melakukan
a) Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan.
b) Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan
c) Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
d) Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start.

c. Start panjang (the long start)
1) Sikap permulaan
Sikap permulaan start panjang yaitu :
Berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan
2) Cara melakukan :
Cara melakukan start panjang yaitu :
a) Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan.
b) Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan.
c) Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
d) Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start