Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, December 7, 2010

PARADIGMA DALAM SOSIOLOGI

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12861470/1.PARADIGMADALAMSOSIOLOGI.doc.html

PARADIGMA DALAM SOSIOLOGI
PARADIGMA

POINT PARADIGMA FAKTA SOSIAL
(Social Fact) PARADIGMA DEFINISI SOSIAL
(Social Definition) PARADIGMA PERILAKU SOSIAL
(Behavior Social) PARADIGMA TERPADU
Tokoh Emile Durkheim Max Weber B.F. Skinner George Ritzer
Exemplar - The rules of sociological method
- Suicide - Tindakan sosial (social action) - Beyond freedom and dignity - Bukan pengganti paradigma yang sudah ada
- Terletak pada hubungan tingkat realitas
- Menekankan perhatian pada sosiologi modern
- Tingkat realitas sosial adalah pembagian konseptual
- Diperbandingkan berdasarkan perjalanan waktu
- Bersifat historis
- Mengambil manfaat dari logika dialektis
Subject matter Adalah: fakta sosial, secara garis besarnya fakta sosial terdiri dari 2 tipe, yaitu: struktur sosial (social structure) dan pranata sosial (social institution). Secara lebih terperinci fakta sosial terdiri atas: kelompok, kesatuan masyarakat tertentu (societies), sistem sosial, posisi, peranan, nilai, keluarga, pemerintah, dsb Adalah tindakan penuh arti dari individu sepanjang tindakannya mempunyai makna / arti subyektif bagi dirinya sendiri dan diarahkan kepada orang lain. Sehingga mendapat respon dari orang lain. Jika tindakan dilakukan kepada benda mati, maka tidak disebut tindakan sosial karena tidak mungkin mendapat respon.
Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara individu dan lingkungan secara singkat, pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan menimbulkan terhadap tingkah laku. Terdapat hubungan fungsional antara tingkah laku dengan perubahan dalam lingkungan Paradigma sosiologi terpadu membahas keempat tingkatan realitas sosial ini. Secara integratif, paradigma terpadu menjelaskan tentang:
- Kesatuan makro objektif, seperti birokrasi
- Struktur makro subyektif seperti kultur
- Fenomena mikro objektif, seperti pola-pola interaktif sosial.
- Fakta-fakta mikro subjektif, seperti proses pembentukan realitas.
Teori - Teori fungsionalisme struktural
- Teori konflik
- Teori sistem
- Teori sosiologi makro - Teori aksi
- Teori interaksionalisme simbolik
- Teori fenomenalogi - Teori behavioral sociology
- Teori exchange -
Metode Metode kuesioner dan metode interview Metode observasi Metode kuesioner, metode interview dan metode observasi Metode komparatif
Contoh Misal: salah satu contoh fakta sosial berbentuk non material adalah fanatisme. Pada kehidupan sosial yang nyata antara lain fanatisme terhadap klub sepakbola, fanatisme terhadap agama, fanatisme terhadap suku bangsa, dan fanatisme terhadap kelompok, dan sebagainya. Masing-masing bentuk fanatisme di atas merupakan beberapa contoh dari fakta sosial. Seorang pedagang di pasar menawarkan barang dagangannya dengan diskon. Pedagang tersebut berhadap para calon pembeli tertarik dan merespon tindakannya dengan membeli barang tersebut. Hal ini merupakan contoh dari tindakan sosial yang dilakukan individu yang penuh makna atau arti. Dimana tindakan sosial ini merupakan pokok persoalan dari paradigma definisi sosial. Perilaku seorang pelajar dengan memakai seragam sesuai ketentuan sekolah ketika mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang atau terpola. Dengan demikian maka akan tercipta lingkungan sekolah yang kondusif. Namun perilaku tersebut dalam paradigma perilaku sosial tidak dasarkan pada ide-ide yang berupa nilai dan norma, melainkan hanya perilaku-perilaku individu yang dipaksa berperilaku demikian. Seorang peneliti sosiologi dalam melakukan penelitiannya dengan meliputi aspek-aspek realitas sosial bukan hanya salah satu aspek saja. Peneliti tersebut meneliti sebuah masyarakat dalam kaitannya dengan birokrasi, kultur, pola interaksi, serta fakta-fakta sosial. Dengan demikian, maka paradigma yang digunakan adalah paradigma sosiologi yang terpadu. Bukan paradigma fakta sosial, perilaku sosial ataupun definisi sosial.