Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Monday, December 13, 2010

Laporan PKL Bab 2

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12943496/AGUNGKPBAB2.doc.html

TINJAUAN UMUM PROYEK

2.1 Latar Belakang Proyek
Kebutuhan akan rumah di perkotaan meningkat setiap tahunnya di tambah migrasi penduduk yang sangat cepat telah menimbulkan dampak di daerah perkotaan. salah satunya adalah tumbuhnya permukiman kumuh dan per-mukiman kumuh di lahan ilegal . Permukiman kumuh dan ilegal tersebut membawa implikasi berbagai bentuk masalah sosial, seperti : minimalnya penyediaan prasarana dan sarana lingkungan, munculnya kriminalitas di daerah perkotaan, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat, dan lain-lain.
Visi pembangunan perumahan dan permukiman menekankan ”papan” sebagai dasar kebutuhan dasar. Penekanan ini mengandung arti bahwa setiap orang atau keluarga Indonesia berhak menempati rumah yang layak dan terjangkau di dalam lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang berjati diri, mandiri dan produktif. Sedangkan dalam mengemban misi penyelenggaraan perumahan, kemampuan pemerintah sangat terbatas, disamping itu iklim pembangunan perumahan saat ini belum cukup mendukung percepatan pemenuhannya. Oleh sebab itu perlu menggali sumber daya dan potensi masyarakat dalam penyelenggaraan perumahan bagi rakyat lndonesia.
Paradigma pembangunan saat ini sangat menjaga stabilitas lingkungan, baik sosial maupun alami sebagai habitat manusia. Lebih jauh lagi telah dipahami bahwa penyediaan perumahan dan permukiman sudah tidak dapat lagi dengan membuka lahan baru di pinggiran kota. Dengan demikian penyediaan perumahan dan permukiman di perkotaan harus menghemat lahan dan memanfaatkan aset-aset kota yang sudah ada. secara optimal. Program-program peremajaan kembali lingkungan perumahan dan permukiman di kawasan pusat kota merupakan salah satu solusi yang banyak dipilih di beberapa kota metropolitan di dunia.
Gagasan pembangunan perumahan sederhana secara vertikal, rumah susun sederhana, belum banyak diminati masyarakat umum. Kondisi ekonomi dan sosial di lndonesia belum memungkinkan untuk meningkatkan laju pembangunan perumahan khususnya rumah susun. Selain itu budaya hidup secara horizontal yang, masih kuat, mengakibatkan masih banyak penduduk yang enggan menempati rumah susun karena dianggap tidak sesuai dengan pola dan disiplin hidup mereka. Namun demikian bentuk perumahan vertikal masih dipandang sebagai pemecahan yang relevan dalam menangani masalah perumahan di kota-kota besar. Upaya-upaya dilakukan agar sebagian rakyat lndonesia dapat menempati rumah yaitu layak dan terjangkau, diantaranya melalui penyelenggaraan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Untuk itu diperlukan pembangunan Rusunawa yang relevan dengan kondisi aktual lndonesia khususnya Pembangunan rumah susun yang dimaksud, bukan hanya memenuhi kriteria ataupun persyaratan secara teknis konstruksi, namun juga sebagai bangunan yang mempunyai "wujud arsitektural yang baik dan sehat, sekaligus mencerminkan khasanah arsitektur yang berkembang di lndonesia; secara penataan bangunan diatur secara benar dan ramah lingkungan, dan pengaturan secara ruang efektif dan efisien. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa desain rumah susun ini secara sosial budaya dapat diterima oleh masyarakat lndonesia, secara ekonomis/finansial layak bangun dan mampu dimanfaatkan terjangkau oleh kelompok sasarannya.

2.2 Maksud dan Tujuan Proyek
Adapun maksud dan tujuan dari Proyek Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai tempat tinggal masyarakat jepara khususnya yang berada di daerah kumuh pesisir pantai.
2. Ingin memberikan tempat tinggal yang strategis,nyaman,layak dan terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah.
3. Menciptakan lingkungan yang bersih,sehat dan tertata.
4. Menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar ketika proyek berlangsung.











2.3 Lokasi Proyek
Proyek ini berlokasi di daerah pantai kartini kabupaten jepara tepatnya dijalan kyai mojo,jobokuto jepara di sebelah timur terdapat jalan tambak sari,sebelah barat adalah tanah kosong yang menurut rencana juga akan di bangun rusunawa sedangkan sebelah utara adalah pembangunan rusunawa jepara tahap pertama untuk sebelah selatan adalah tambak masyarakat,berikut blok plan rusunawa jepara;


Gambar 2.1 Peta Lokasi Proyek








2.4 Data-Data Teknik Proyek
Adapun data-data umum Proyek Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) ini adalah sebagai berikut :
1. Nama Proyek : Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa)-1 Twin Block Type 24.
2. Nama Pekerjaan : Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA)
3. Lokasi : Kelurahan Jobokuto kec Jepara Kab jepar
4. Pemberi Tugas : Direktorat Jendral Cipta Karya
5. Konsultan Perencana : PT. CIPTAPURA INC.
6 Konsultan MK (pengawas) : PT. GATRA UPANYASA RIPTA
7. Kontraktor Pelaksana : PT. WASKITA KARYA ( Persero )
8. No. Kontrak Pemborongan : KU.08.08/Lakbangkim/705/X11/2009
9. Tgl. Kontrak Pemborongan : 25 Agustus 2009
10. Nilai Kontrak: : Rp 11.160 600.000,00
11. Tgl Dimulainya pekerjaan : 20 Februari 2010
12. Jangka Waktu Pelaksanaan : 330 hari kalender
13. Jangka Waktu Pemeliharaan : 180 hari kalender
14. Jumlah Lantai : 5 ( lima )
15. Jenis Kontrak : Lumpsum
16. Sumber Dana : APBN 2009
17. Jenis / Type Proyek : Gedung / C
15. Struktur Bawah : Pondasi menggunakan Tiang Pancang
Minipile Penampang Segitiga ukuran
32 X 32 X 32 dengan mutu betonK-500.
16. Struktur Atas : Kolom, balok, pelat menggunakan
sistem struktur pracetak dengan mutu beton K- 350, balok K-350 dan pelat K-350 Atap menggunakan konstruksi baja
dan genting metal .

2.5 Perencanaan Struktur Bawah
Struktur bawah adalah bangunan yang merupakan penghubung antara struktur atas dengan tanah dasar. Struktur bawah ini berfungsi untuk memikul beban struktur atas dan meneruskannya ke tanah keras.
2.5.1. Pondasi
Pondasi adalah bagian dari struktur bangunan yang berfungsi untuk meneruskan beban yang bekerja di atasnya sehingga dapat didukung oleh tanah. Kegagalan perencanaan pondasi akan mengakibatkan bangunan secara keseluruhan tidak stabil dan mudah runtuh, meskipun struktur atas kuat dan aman. Oleh karena itu dalam perencanaan pondasi harus diperhatikan syarat – syarat sebagai berikut :
- Daya dukung tanah dasar harus mampu menahan beban yang bekerja pada pondasi.
- Penurunan yang terjadi tidak besar, dihindari untuk terjadinya penurunan lokal.
- Pondasi aman terhadap bahaya guling dan geser yang terjadi Dapat menahan tekanan air yang mungkin terjadi.
Spesifikasi Pondasi yang digunakan dalam Pembangunan Proyek Rusunawa jepara ini adalah :
 Jenis Pondasi : Tiang Pancang
 Jenis Tiang Pancang : Minpile Penampang Segitiga
 Dimensi Tiang : 32 X 32 X 32 Cm
 Luas Penampang : 443 Cm2
 Moment Inersia : 18,870 Cm4
 Modulus Section : 2,048 Cm
 Panjang Tiang : 6 (Enam) M
 Berat per Meter : 108 Kg/m
 Beban Axial : 40 Ton
 Jumlah Prestrees Concrete Wire : 3  7 mm
2.5.2 Pile Cap
Pilecap atau poer adalah balok beton bertulang yang didesain untuk menyatukan tiang pancang, juga berfungsi sebagai dudukan kolom serta meratakan beban yang diterima kolom untuk kemudian didistribusikan ke pondasi, sehingga tiap – tiap pondasi atau tiang pancang tersebut mendapat beban yang sama atas beban di atasnya. Pilecap di tempatkan di atas pondasi dengan hubungan jepit sempurna, hal ini dikarenakan kepala dari tiang pancang masuk ke dalam pilecap tersebut sehingga menyatu. Mutu beton yang digunakan untuk pilecap adalah K-275 dan bentuk pilecap yang dipakai dalam proyek pembangunan Rusunawa jepara menggunakan segiempat.
2.5.3 Tie Beam / Sloof
Tie beam adalah balok bertulang biasa yang merupakan penghubung atau pengikat pilecap satu dengan yang lainnya. Tie biem juga berfungsi meruduksi momen – momen yang timbul di bagian bawah kolom. Momen yang terjadi pada kolom didistribusikan ke tie beam, sehingga pondasi hanya menahan gaya vertical saja, dengan hanya sedikit saja menahan momen. Pada proyek pembangunan Gedung ini, mutu beton pada tie beam adalah K-275

2.6 Perencanaan Struktur Atas
Struktur atas adalah struktur yang berada di atas permukaan tanah dan merupakan portal bertingkat dengan kerangka struktur menggunakan konstruksi beton bertulang. Pekerjaan struktur atas pada umumnya meliputi :
2.6.1 Kolom
Kolom adalah struktur yang berfungsi meneruskan beban-beban lateral akibat gempa, muatan angin, beban dari balok dan plat lantai di atasnya ke struktur di bawahnya dan untuk selanjutnya diteruskan secara merata ke tanah.Kolom yang digunakan pada proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) ini adalah:
1. Kolom ukuran ( 40 ) cm
2. Kolom ukuran ( 3535 ) cm
2.6.2 Balok
Pekerjaan balok ini dimaksudkan sebagai penghubung dan penguat antar kolom dan plat lantai dan merupakan syarat struktur konstruksi.
Dimensi balok yang digunakan pada proyek pembangunan bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) ini adalah :
1. Ukuran ( 25x40 ) cm
2. Ukuran ( 25x30 ) cm
3. Ukuran ( 25x45 ) cm
4. Ukuran (25x35 ) cm
2.6.3 Plat Lantai
Plat lantai adalah struktur yang berfungsi sebagai penstabil konstruksi secara horisontal dan meratakan beban ke balok, baik beban terpusat maupun beban merata. Adapun tebal plat lantai yang digunakan sebesar 12 cm dan plat lantai terbuat dari beton precast.
2.6.4 Tangga
Tangga adalah struktur yang berfungsi untuk menghubungkan antara lantai satu dengan lantai lainnya. Untuk menjadikan tangga lebih aman harus memperhatikan optride dan antride yang disesuaikan dengan ketinggian dan kemiringan tangga.
2.6.5 Atap
Atap berfungsi untuk melindungi bagian dalam maupun luar bangunan
Pada proyek direncanakan menggunakan penutup atap yang terbuat dari genting metal, dan menggunakan konstruksi kuda-kuda baja ringan dengan sudut kemiringan sebesar 35

2.7 Syarat Teknis Pekerjaan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat ( RKS ) dalam pekerjaan ini terdiri dari syarat-syarat umum dan ketentuan umum pelaksanaan, dimana RKS ini juga berfungsi sebagai aturan umum proyek.
Syarat umum berisi mengenai pihak-pihak yang bersangkutan, keterangan mengenai proyek, syarat umum peserta lelang, dokumen pelelangan, kuantitas pekerjaan dan harga satuan, produk dan bahan yang setara, material pengganti, petunjuk bagi penawar, peninjauan lapangan, keterangan dan prosedur penawaran, penawaran yang ditolak, jaminan penawaran dan jaminan pelaksanaan, isi dan lampiran surat penawaran, penyerahan surat penawaran, pembukaan penawaran, penilaian penawaran, pengunduran diri, harga borongan dan uang muka, bea materai dan pembuatan kontrak, persyaratan administrasi, syarat pembayaran, penundaan pembayaran, pekerjaan tambah dan kurang, resiko upah / harga, asuransi, pekerjaan kontraktor lain, syarat administrasi, perizinan, pemakaian ukuran, pengawasan, pegwai kontraktor, bagan kemajuan pekerjaan, rapat-rapat, kewajiban kontraktor, laporan, koordinasi dengan pihak lain, kontraktor bawahan, permulaan pekerjaan, penyerahan pekerjaan, kelambatan dan perpanjangan waktu, jangka waktu pemeliharaan, kantor pengawas dan gudang material, penerangan sumber daya, penjagaan, kecelakaan peti PPPK dan keamanan, kebersihan dan ketertiban, serta pengaturan gambar RKS.
Ketentuan umum pelaksanaan berisi mengenai peninjauan lapangan, pembersihan lapangan, pengukuran dan pengambilan peil, pemakaian ukuran, pemeriksaan dan pengetesan, penanggung jawab jawab pelaksanaan, tanggung jawab atas pekerjaan yang cacat, wewenang pemberi tugas untuk memasuki tempat pekerjaan, fasilitas lapangan dan perlengkapan kerja, halaman pekerjaan, kebersihan dan kesejahteraan, pengawasan, keamanan, keselamatan dan kesejahteraan, ketentuan-ketentuan dari pemberi tugas, kewajiban pelaksana pekerjaan, sub pelaksana pekerjaan, koordinasi pelaksanaan, instruksi konsultan pengawas, bagan kemajuan pekerjaan dan rencana kerja, rapat koordinasi dan rapat lapangan, laporan-laporan, perubahan rencana, penyerahan pekerjaan, penyelesaian dan masa pemeliharaan, serta pekerjaan tambah kurang.

2.8 Tahapan Pelaksanaan Proyek
Tahapan-tahapan pelaksanaan proyek Pembangunan Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) ini dibagi dalam urutan pekerjaaan sebagai berikut :
I. Pekerjaan Persiapan
1. Papan nama proyek
2. Pengukuran
3. Mobilisasi & demobilisasi peralatan
4. Administrasi & dokumentasi
5. Pembongkaran dan pembersihan
II. Pekerjaan sipil dan struktur
1. Pondasi
2. Struktur atas
3. Struktur septictank; dll.


III. Pekerjaan arsitektur
1. Pekerjaan lantai
2. Pekerjaan dinding
3. Pekerjaan dinding
4. Pekerjaan atap
IV. Pekerjaan tapak
1. Pembersihan
2. Penggalian dan pengukuran
3. Penyediaan air bersih
4. Jalan dan parkir
5. Corridoor
6. Saluran
7. Taman
V. Pekerjaan plumbing dan sanitasi
VI. Pekerjaan mekanikal dan elektrikal
VII. Pekerjaan elektronik