Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Sunday, December 19, 2010

Gerhana Cincin,Pertama dan Terakhir di 2010

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/13034978/cccccc.doc.html

Jumat (15/1) besok fenomena alam berupa gerhana matahari cincin akan dapat dilihat oleh masyarakat di sebagian wilayah Indonesia.
Gerhana cincin ini diperkirakan akan terjadi selama 90 menit,mulai pukul 14.39 hingga 15.55 WIB. Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana utama cincin itu dapat terlihat penuh di wilayahAfrika tengah,India,Myanmar, dan China.
Sedangkan di luar wilayah tersebut hanya dapat terlihat sebagian. “Ini termasuk di wilayah Indonesia seperti Sumatera bagian utara, Jawa bagian tengah dan barat, Sulawesi,dan Kalimantan.Sedangkan di luar wilayah tersebut masyarakat tidak akan dapat melihat gerhana ini,” kata Thomas kepada Seputar Indonesiakemarin. Selama terjadi gerhana cincin, ujar Thomas, beberapa daerah di Indonesia akan mengalami perubahan kegelapan dari 0-60%.
“Untuk di Bandung misalnya kegelapannya hanya 8,3% dan puncaknya pada pukul 15.18 WIB,”ujarnya. Dia mengatakan, saat terjadi gerhana, matahari tidak berada tegak lurus dengan posisi Indonesia. Kondisi ini yang menyebabkan gerhana matahari cincin tersebut hanya akan terlihat sebagian di wilayah Indonesia. “Jadi, tidak akan kelihatan cincin. Cincin hanya akan terlihat jika berada tepat di bawahnya.
Seperti di Afrika tengah,India selatan, Myanmar,dan China,”paparnya. Kegelapan gerhana ini akan tampak hingga 60% di Aceh. Sedangkan di wilayah Kalimantan 20%, Sulawesi 5%, dan Sumatera 10-60%. Gerhana matahari cincin pada 2010 ini gerhana pertama dan terakhir di tahun ini. Sepanjang 2010 dipastikan tidak akan ada lagi gerhana matahari. Berdasarkan catatan Lapan, gerhana matahari baru akan terjadi lagi pada 20 Mei 2012 dan 2013.
Gerhana matahari total akan terjadi pada 9 Maret 2016. “Sebelumnya gerhana matahari terjadi pada 26 Januari dan 22 Juli 2009. Pada 26 Januari itu gerhana matahari cincin.Sedangkan pada 22 Juli sebenarnya gerhana matahari total.Tapi di Indonesia hanya terjadi gerhana sebagian,”ujarnya. Thomas mengungkapkan, gerhana matahari itu juga perlu diwaspadai terhadap ancaman pasang maksimum di daerah pesisir pantai. Peristiwa ini dipastikan akan menaikkan ketinggian air laut.
Apalagi jika terjadi hujan,kondisi pasang maksimum harus benar-benar diwaspadai. “Terutama di saat cuaca dalam keadaan hujan dengan intensitas tinggi yang memungkinkan banjir dan rentan rob,”tandasnya. Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan Clara Yono Yatini sebelumnya mengatakan, karena sifat gerhana yang kecil, potensi untuk dilihat dari wilayah Indonesia kurang dari 10%.