Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, December 8, 2010

Efek Samping Alat Kontrasepsi

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12871146/EfekSampingAlatKontrasepsi.doc.html

Banyak sebagian pasangan memilih berhubungan intim memakai alat kontrasepsi. Tetapi apakah anda tahu bahwa dalam memilih kontrasepsi harus sesuai dengan anda juga pasangannya.

Jika salah memilih alat kontrasepsi bisa fatal akibatnya oleh karena itu sebelum memilih alat kontrasepsi berdiskusilah dengan pasangan anda, karena yang terpenting adalah merasa nyaman saat anda dan pasangan anda berhubungan intim.

Bila anda ragu dengan pilihan kontrasepsi anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk jenis kontrasepsi apa yang terbaik untuk anda dan pasangan. Ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang digunakan, yaitu kondom dan berbagai jenis KB. Sebelum anda memilih salah satunya sebaiknya anda mengetahui kekurangan dan kelebihannya.

Kondom
Metode kontrasepsi ini paling banyak digunakan. Cara kerjanya kondom mencegah sperma bertemu dengan sel telur yang menyebabkan tidak terjadinya pembuahan. Alat kontrasepsi ini lebih efektif digunakan tetapi jika penggunaannya secara tepat dan benar.

Kegagalan kondom bisa saja terjadi. Tetapi itu bisa dicegah jika anda memakai kondom pada saat ereksi dan di lepas pada saat ejakulasi. Jika tidak benar pemakaiannya bisa saja terjadi kerobekan pada kondom yang anda pakai.

efek samping dari kondom adalah bila terdapat alergi pada karet kondomnya yang bisa berbahaya pada kelamin anda. Tetapi keuntungannya kondom dapat dibeli secara bebas di apotek selain itu juga mudah digunakan dan memperkecil tertularnya penyakit kelamin.

KB atau Hormonal
Kontrasepsi yang satu ini banyak metode yang di berikan, yaitu pil yang di minum, suntikan serta susuk atau implant. Untuk pemakaian kontrasepsi ini di anjurkan jika anda sudah mempunyai anak dan tidak memiliki penyakit jantung atau darah tinggi. keuntungan dari pil adalah menstruasi menjadi teratur, mengurangi kram atau sakit menstruasi yang biasa dirasakan wanita pada saat datang bulan.

efek sampingnya pil bisa menyebabkan berat badan anda naik atau turun, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi. Untuk itu sebelum memakai kontrasepsi ini anda bisa konsultasikan dengan dokter.

Suntik
alat kontrasepsi suntik atau implant mempunyai cara kerja yang sama dengan pil. Tetapi bedanya suntikan tidak diberikan setiap hari seperti pil, tetapi diberikan tiga bulan sekali.

keuntungannya mengurangi resiko telat atau lupa minum pil dan mempunyai keamanan selama tiga bulan. efek sampingnya menstruasi menjadi tidak teratur, peningkatan berat badan dan memulihkan kesuburan agak lambat.

Untuk itu dari semua alat kontrasepsi yang ingin anda pilih, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda.

Kontrasepsi?? Pilih yang Paling Pas…
Ledakan penduduk masih menjadi masalah di beberapa negara dan penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu solusi untuk membatasi kelahiran. Pengetahuan mengenai cara memilih jenis kontrasepsi yang tepat sangatlah penting, tidak hanya bagi keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tetapi juga hubungannya dengan kesehatan reproduksi pasangan itu sendiri, serta penurunan angka kejadian gangguan kesehatan akibat efek samping kontrasepsi.
Kontrasepsi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu kontrasepsi hormonal dan non-hormonal. Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil, suntik atau susuk/implan, semuanya mengandung hormon di dalamnya. Sediaanpil dapat dibagi lagi menjadi 3, yaitu pil tipe kombinasi (terdiri atas campuran derivat estrogen dan progestin), pil tipe sekuensial (terdiri atas 15 – 16 pil berisi derivat estrogen saja dan 6 – 5 pil berisi derivat estrogen dan progestin) dan pil yang hanya berisi derivat progestin saja. Yang paling banyak dipakai saat ini adalah tipe kombinasi karena tipe ini dianggap paling aman. Tipe sekuensial sering menimbulkan kegagalan karena kadang-kadang pada pertengahan siklus justru terjadi perangsangan LH (Luteinizing Hormone) hingga terjadi ovulasi. Tipe ketiga juga sering menimbulkan kegagalan, karena ovulasi masih dapat terjadi dan lebih sering menimbulkan menstruasi yang tidak teratur. Tetapi, tipe kombinasi juga bukannya tanpa efek samping. Efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan pil ini sangat bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat. Gangguan yang paling sering muncul antara lain keluhan enek, muntah, vertigo, sakit kepala, sakit pada bagian perut dan bertambahnya berat badan. Pil juga sering dikaitkan dengan menurunnya libido wanita yang menggunakannya.
Suntik sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila disuntik setiap 1 bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntiknya). Suntik KB dapat digunakan pada wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak. Selain aman digunakan pada masa menyusui, juga membantu mecegah kanker rahim dan kehamilan di luar rahim. Gangguan perdarahan, seperti flek-flek dan perdarahan ringan diantara 2 masa haid, biasa terjadi. Tersedia 3 macam susuk/implan, yang terdiri dari 1 batang, 2 batang dan 6 batang, yang dimasukkan di bawah kulit pada lengan bagian atas. Sangat efektif untuk masa 3 atau 5 tahun dan bila diinginkan susuk dapat diangkat kapan saja serta perubahan pola haid masih dalam batas normal. Tapi ada kemungkinan pemakainya merasakan rasa tidak nyaman pada tempat penanaman implan.
Kontrasepsi nonhormonal terbagi menjadi 3, Yang pertama adalah kontrasepsi teknik, contohnya adalah sistem kalender, metode pemberian ASI (metode LAM – Lactational Amenorrhoe Methode) dan sanggama terputus. Untuk sistem kalender, wanita harus mengetahui dengan pasti masa suburnya dalam siklus haidnya, sehingga pada masa ini pasangan tidak berhubungan seks. Pasangannya yang menggunakan metode ini perlu kerjasama yang baik, karena sulit untuk menghindari hubungan seksual dalam waktu yang lama. Cara ini dapat efektif bila dilakukan dengan benar, namun pada kenyataannya metode ini sering kurang efektif. Kelebihan dari metode ini adalah tidak adanya efek samping fisik. Cara ini dianjurkan pada wanita setelah melahirkan dan pada waktu menyusui atau apabila metode kontrasepsi lain sulit dipergunakan. Metode LAM adalah cara kontrasepsi melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa makanan tambahan). Menyusui 24 jam (full breast-feeding) selama 6 bulan pertama usia bayi akan berpengaruh pada pencegahan ovulasi. Metode LAM akan efektif apabila wanita menyusui belum mendapat haid.
Yang kedua adalah kontrasepsi mekanik, contohnya adalah penggunaan kondom, spiral (IUD – Intra Uterine Device / AKDR – Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), metode vaginal. Selain mencegah kehamilan, kondom juga dapat melindungi dari infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Walaupun kondom termasuk alat kotrasepsi yang efektif (jika digunakan dengan benar), banyak pasangan merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan. IUD adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Pemakaian IUD sering dikeluhkan menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit di sekitar bagian perut. IUD tidak disarankan pada wanita yang mengidap PMS karena kemungkinan terjadi infeksi panggul cenderung lebih besar dibanding wanita yang tidak mengidap. Metode vaginal adalah dengan menggunakan spermisid vaginal/tissue KB, diafragma dan kap. Alat ini harus dimasukkan ke dalam vagina setiap kali sebelum berhubungan. Tetapi pengguna alat ini cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
Yang ketiga adalah metode sterilisasi, yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Pasangan yang memilih kontrasepsi jenis ini haruslah mantap dalam keputusannya, karena ini adalah kontrasepsi permanen. Hasilnya sangat efektif, komplikasi serius karena operasi jarang terjadi, tidak ada efek samping jangka panjang dan cara ini tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual.
Dalam memilih jenis kontrasepsi yang tepat, pasangan harus mendapatkan dari informasi yang akurat, lengkap dan benar, sehingga pilihan yang diambil adalah pilihan yang rasional, serta mempertimbangkan efektivitas dan efisiensinya. Penggunaan kontrasepsi harus dilandasi keinginan yang jelas, apakah untuk menunda kelahiran anak pertama (postponing), menjarangkan anak (spacing) atau membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan. Misalnya saja jika ditujukan untuk menjarangkan kelahiran anak dalam beberapa bulan saja, maka bukan metode susuk atau IUD, tetapi pil yang dianggap rasional, karena metode susuk dan IUD bersifat jangka panjang, dan pada metode susuk kembalinya kesuburan relatif lebih lama dibandingkan pil. Penggunaan kontrasepsi juga harus mempertimbangkan kriteria penerimaan dari aspek medis. Sebagai contoh, wanita usia 35 tahun keatas (apalagi perokok), menderita penyakit tekanan darah tinggi > dari 180/110 mmHg hendaknya tidak menggunakan pil kombinasi estrogen dan progesteron karena meningkatkan resiko menderita penyakit pembuluh darah. Selain rasional, pemilihan kontrasepsi juga harus efektif. Efektifitas ini dilihat dari angka kegagalan masing-masing jenis kontrasepsi. Pilihan yang didasarkan dari informasi yang lengkap tersebut pada akhirnya akan menghasilkan pilihan metode kontrasepsi yang bersifat rasional, efektif dan efisien. -titiez-
Bagi pasangan suami istri seks memang bukan segalanya. Tapi, seks menjadi bagian penting untuk mempertahankan api cinta agar tetap membara. Sehingga hubungan intim yang hangat, menggairahkan dan nyaman harus senantiasa diusahakan.
Memang, tidak mudah untuk menggapai tujuan ini. Paling tidak, ada satu cara yang dapat disarankan untuk memperoleh hasil maksimal dalam berhubungan intim, yaitu, pemilihan alat kontrasepsi yang tepat.
Pil KB atau oral contraception adalah pilihan kontrasepsi yang tetap menawarkan ‘rasa’ alamiah dalam berhubungan intim. Gangguan yang bersifat mekanis oleh karena adanya alat yang mesti dipasan gpada organ reproduksi tidak ada dengan menggunakan pil KB. Di sisi lain, pil KB memberi jaminan kahandalan dalam mencegah kehamilan.
Tentunya hal ini menciptakan rasa aman bagi pasangan yang belum menginginkan hadirnya momongan, dan pil KB merupakan metode KB yang paling reversible artinya kehamilan dapat langsung terjadi dalam waktu 1 sampai 3 bulan begitu pemakaian dihentikan.
Kontrasepsi mengurangi kenikmatan?
Pemakaian alat kontrasepsi sering dituduh sebagai biang yang mengurangi kenikmatan. Beberapa alat konsepsi yang cara kerjanya bersifat mekanis cenderung mengurangi kehamilan hhubungan intim. Diantaranya kondom, IUD. Spiral dan system kalender.
Konsep OC plus, Pil KB modern dengan CPA
Diantara berbagai jenis kontrasepsi, memang pil KB relative memberikan kenyamanan atau pun ‘rasa’ alamiah saat berhubungan intim dengan efek pencegahan kehamilan sebesar 99,9% dibanding metode kontrasepsi suatu ‘konsep plus’ yaitu pil KB kondom dengan kandungan CPA (siproteron asetat) dan EE (etinil estradiol) yang mempunyai nilai lebih.
Keistimewaannya adalah dapat mengatasi masalah kulit seperti kulit berminya, jerawat, komedo, dan hirsutisme (pola tumbuh rambut yang tidak normal pada wanita menyerupai pria seperti tumbuhnya rambut di lengan kaki, cambang, atau kumis pada wajah).
Selain kulit halus dan kontrasepsi, pil KB ini mampu mengatasi berbagai kelainan menstruasi, seperti :
Siklus haid tidak teratur
Pre-menstrual syndrome yaitu nyeri, kejang perut serta mood yang tidak stabil sebelum dan selama haid.
Jadi hubungan intim yang hangat, menggairahkan dan nyaman senantiasa dapat terjaga dengan menentukan pilihan kontrasepsi secara tepat.
(dari berbagai sumber/DPK)
Kondom
* Bagi pemakainya memerlukan sedikit latihan agar bisa menggunakan dengan benar.
* Harus dipasang sebelum melakukan hubungan seks jika tidak ingin gagal. Jadi memerlukan kesabaran.
* Selain kondom dan penis harus cepat ditarik keluar setelah ejakulasi agar efek kontrasepsi tercapai.
* Beberapa pria merasa terganggu saat melakukan hubungan seks memakai kondom dan dianggap mengurangi kenikamaan
IUD/spiral
* Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim dan hanya dapat dipasang oleh dokter kandungan/bidan
* Pada awal pemakaian akan timbul rasa tidak nyaman, bahkan IUD bisa keluar sendiri jika pengguna mengedan.
* Penggunaan IUD sering penyebabkan masa haid menjadi lebih panjang sehingga pasangan harus menunggu relative lama untuk bisa berhubungan intim.
* Sebagian pria merasa terganggu saat melakukan penetrasi oleh karena benang IUD menggesek penis.
Sisitem kalender
* Pda metode ini wanita harus mengetahui masa subur dan siklus haidnya.
* Metode ini dianggap tidak praktis karena sering tidak efektif jika tidak benar menghitung masa subur, dan tidak suburnya.
* Metode ini dianggap tidak praktis karena sering tidak efektif jika tidak benar menghitung masa subur dan tidak subur.
* Metode ini juga tidak berlaku bagi wanit yang siklus haidnya tidak teratur.
* Pengguna metode ini harus mengamati siklus haid dalam waktu yang cukup lama, minimal 3 orang) tapi idealnya 12 bulan boleh berhubungan intim.