Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, December 8, 2010

DIMENSI ILMU, TEKNOLOGI, DAN SENI

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12871198/ILMUfilsafat.docx.html

ILMU, TEKNOLOGI, DAN SENI
A. DIMENSI ILMU, TEKNOLOGI, DAN SENI
Hakekat adalah berpikir mengenai hubungan antara kenyataan yang ada dengan keseluruhannya, terhadap semesta alam, dan dengan pusat azasnya (yang Mutlak/Sang Pencipta) sehingga hubungan ini disebut ma’rifat.
Rasionalitas adalah proses refleksi perenungan sistematis dari pengalaman konkret sensitive, yang mampu menyusun konklusi signate berupa pengertian langsung secara sadar, yang sangat padat dengan informasi. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan dan pengalaman dari berbagai orang yang disusun secara sistematis dalam bentuk susunan yang harmonis yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu. Norma ilmu bersifat universalisme, komunalisme, disinteestedness, dan skeptisisme.
Teknologi adalah kemampuan menerapkan suatu pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan suatu produk, yang berhubungan dengan seni, yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta bersandarkan pada aplikasi dan implikasi pengetahuan itu sendiri(KBBI, 1989).
Menurut KBBI, Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu, dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya dan lain sebagainya. Sesuatu dikatakan indah apabila mengandung 3 faktor utama, yaitu: faktor kesempurnaan, faktor keharmonisan, dan sinar kecerlangan.
Ilmu, teknologi, dan seni sebagai produk menjadi milik manusia,didapat melalui pola berpikir analogi ilmiah dengan menggunakan metode keilmuan yang runtut membawa ke arah titik temu pada suatu konklusi yang bersifat nisbi.
Ilmu, teknologi, dan seni sebagai proses memandang manusia manusia merupakan unsur pelaku dalam memahami dalam arti hidup bagi kehidupannya. Hal ini menuntun setiap individu untuk dihargai taraf eksistensi sebagai subyek pergaulan kemasyarakatan.
Aplikasi dan implikasi ilmu terapan ke dalam kancah teknologi dan seni membawa dampak menjunjung nilai budaya normative. Ilmu, teknologi, dan seni yang tergolong sains, merupakan natural sciences berorientasi terhadap pengetahuan tentang ke alaman adalah cara pandang mengenai pemanfaatan alam dengan segala isinya bersifat materialis. Ilmu pengetahuan dibagi menjadi :
1. Ilmu kehidupan yaitu ilmu pengetahuan mengenai makhluk hidup di alam
2. Ilmu kebendaan (physical sciences), yang membahas benda mati di alam
3. Teknologi dan seni, yaitu ilmu tentang penerapan ilmu pengetahuan untuk memenuhi suatu tujuan yang sesuai dengan kehendaknya
Sesuatu yang terkumpul berupa data hasil pengamatan dan percobaan dianalisis menggunakan metode ilmiah agar diperoleh simpulan yang masuk akal, disebut penalaran. Hasil penalaran berfungsi : (1) sebagai landasan filosofis tentang ilmu, teknologi, dan seni, (2) peramalan terhadap kejadian dimasa yang akan datang, (3)sumber motivasi untuk menguak tabir ketidaktahuan, (4) sebagai sumber kebenaran ilmiah, (5) sebagai landasan etika pengembangan ilmu, teknologi dan seni bagi kemaslahatan umat.
B. PERANAN FILSAFAT ILMU DALAM PENJELAJAHAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI
Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni adalah semua yang diketahui manusia sebagai pengetahuan yang teruji secara ilmiah menjadi ilmu. Kemampuan berfikir itu ditransformasikan ke bentuk lambang untuk dikomunikasikan sebagai simbol/formula tertentu. Teknologi dan seni adalah ilmu tentang cara/aplikasi dan implikasi sains untuk pemanfaatan alam bagi kesejahteraan manusia sebagai animal symbolicum.
C. KOMPLEMENTARITAS ILMU DAN PENGETAHUAN
Manusia sebagai pelaku (homo faber) yaitu makhluk yang membuat alat,kemampuan membuat alat tersebut dimungkinkan oleh pengetahuan. perpaduan antara ilmu dan pengetahuan dapat menciptakan alat sehingga ilmu dan pengetahuan komplementer(saling melengkapi).
Evolusi ataupun revolusi peradaban dan kebudayaan, maka moral harus mampu memberi arah bagi pengembangan ilmu, teknologi, dan seni bahkan agama merupakan landasan berpijak pengembangan ilmu dengan keutamaan bagi kemaslahatan manusia yang menggali ilmu itu sendiri. Ilmu tanpa agama adalah buta, dan agama tanpa ilmu adalah rapuh.