Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, October 19, 2010

Dituduh Tukang Santet, Pasutri Gelar Sumpah Pocong

Nama : Muhammad Fattakhy Ulinnuha
NIM : 8111409104

Dituduh Tukang Santet, Pasutri Gelar Sumpah Pocong

Tepis Isu, Berharap Hilangkan Fitnah yang Usik Warga

Sumpah pocong, sumpah yang kadang dilakukan beberapa kelompok orang untuk menepis fitnah, ternyata masih tersisa di masyarakat. Kemarin misalnya, dua pasang suami-istri asal Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto bersumpah pocong untuk menyingkirkan isu yang melumuri desa.

Ratusan warga Dusun Sumberlowok, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5) sekitar pukul 13.00 rela berdesak-desakan memadati masjid Sabillil Muttaqien yang ada di desa setempat. Mereka berhasrat ingin menyaksikan prosesi sumpah pocong yang dilakukan empat warga.
Pasangan suami istri, Amad, 44 dan Iswatin, 38 memilih untuk melakukan prosesi sumpah pocong karena ada tudingan isu dukun santet yang dialamatkan kepada mereka.
Selain Amad dan Iswatin, dua pasangan suami istri, Muhammad Mukri, 43 dan Jumiati, 35, juga melakukan hal serupa. Kedua pasangan suami istri inilah yang menuduh Amad dan Wati, panggilan Iswatin memiliki ilmu hitam.
Para warga rupanya tidak sabar melihat empat warga mereka melakukan prosesi sumpah pocong. Maklum saja, prosesi seperti ini memang kali pertama dilakukan di desa Kunjorowesi.
Dua pasangan suami istri yang melakukan sumpah pocong sebelumnya dipisahkan di dua rumah berbeda. Masing-masing pasangan ini didampingi aparat keamanan dan perangkat desa. Menjelang pukul 13.00, keempat warga ini pun menempati halaman depan masjid. Dengan diringi doa, kedua pasangan suami istri ini di dudukkan secara berhadap-hadapan.
Menurut penuturan warga, Amad dan Wati diisukan oleh warga sekitar memiliki ilmu santet yang dipelajari sejak bertahun-tahun lalu. ’’Warga menduga Amad itu belajar ilmun hitam dari seseorang bernama Kurdi, kabarnya ia guru ilmu hitam yang berasal dari Madura,’’ terang Supadi, 46, tokoh masyarakat desa setempat.
Warga juga menduga, sejak Amad memiliki ilmu hitam, banyak warga yang mengalami sakit misterius. Bahkan, tidak jarang diantara mereka ada yang meninggal. ’’Sakitnya itu aneh, mulut seperti sariawan, perut mengalami buncit dan kejang-kejang,’’ terang Supardi.
Hal senada juga diutarakan oleh Udrus. Pemuda berusia 27 tahun ini mengatakan, dalam satu bulan, satu warga pasti meninggal dengan cara misterius. ’’Bahkan pernah satu minggu ada yang meninggal sampai tujuh warga, selain itu ada juga dalam satu rumah yang meninggal sampai dua orang,’’ tutur pemuda asli desa setempat.
Ditambahkannya, gejala warga yang meninggal pun hampir sama, yakni batuk-batuk seperti penyakit TBC, kejang-kejang serta perut yang membuncit.
Isman, 38, warga lainnya mengatakan, warga sebenarnya sudah pernah mempertanyakan hal ini kepada Amad. Namun, tentu saja Amad selalu membantah. ’’Ia tampak tenang-tenang saja,’’ terang Isman.
Isu santet pun semakin santer saat satu bulan yang lalu salah seorang warga bernama Buyarsih meninggal dengan kondisi yang diceritakan warga. Warga sekitar pun semakin cemas. Dugaan bahwa Amad memiliki ilmu hitam pun semakin melekat.
Sumpah pocong pun akhirnya dilakukan saat Jumiyati terkena penyakit yang sulit disembuhkan. Jumiati yang masih satu saudara dengan Amad ini pun mempertanyakan keadaannya kepada Amad.
Karena tidak tahan dengan tudingan dukun santet, Amad pun menantang Jumiati untuk melakukan sumpah pocong. Tokoh masyarakat, pemuka agama dan petugas keamanan desa akhirnya setuju dengan permintaan keluarga Amad untuk menggelar sumpah pocong untuk membuktikan kebenaran isu dukun santet setelah gagal mendamaikan keduanya dengan berbagai kesepakatan.
Selain Amad dan Wati, sumpah pocong juga dilakukan Jumiati dan Mukri yang telah menuduh Amad sebagai dukun santet.
Dengan dipimpin seorang pemuka agama bernama Habib Ali yang berasal dari Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, keempat warga ini melakukan prosesi sumpah pocong yang disaksikan perangkat desa serta ratusan warga.
Prosesi dimulai dengan melakukan sumpah yang di atasnya ada kitab Alquran secara satu per satu. Setelah itu, masing-masing keempat warga ini melakukan sumpah yang dibungkus dengan kain kafan menyerupai pocong. ’’Setelah dilakukan sumpah ini, saya ingatkan agar tidak ada fitnah lagi jika memang Amad tidak memiliki ilmu hitam,’’ terang Habib Ali.

Beberapa warga yang turut menyaksikan pelaksanaan sumpah tersebut tampak prihatin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Bahkan, mereka mengaku takut bila Amad dan Wati termakan sumpahnya.
Usai dilakukan prosesi sumpah pocong, Amad mengaku lega karena berani membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya memang tidak memiliki ilmu hitam. ’’Saya memang tidak memiliki ilmu hitam, makanya saya berani bersumpah pocong,’’ ujarnya dalam bahasa Madura.
Sementara itu, Mukri berjanji, setelah dirinya melakukan sumpah pocong, ia dan istrinya tidak akan lagi menuduh Amad memiliki ilmu hitam. ’’Awalnya istri saya memang memiliki penyakit yang sulit disembuhkan, makanya dilakukan sumpah pocong ini agar ada kebenaran,’’ terangnya.
Susi Darsono, kepala desa setempat mengatakan, pihak desa memang sudah mengetahui sejak lama jika ada isu santet yang diarahkan kepada Amad. Namun menurutnya, ia tidak dapat memberikan tindakan apapaun karena tidak memiliki fakta. ’’Saya harap dengan adanya sumpah pocong ini tidak ada lagi fitnah yang meresahkan warga,’’ terangnya saat melihat prosesi sumpah pocong.

Komentar
• Menurut saya lebih baik dilaporkan saja kepada yang berwajib dari pada menyelesaikan persoalan dengan melaksanakan sumpah pocong tersebut.