Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, December 14, 2010

Tugas PLH

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12960528/TUGASPLH.doc.html

EKOSISTEM MANGROVE DI MUARAREJA
Saat ini ekosistem mangrove di Jawa mengalami penurunan sangat drastis, akibat tingginya tekanan penduduk yang berimplikasi pada besarnya kegiatan pertambakan, penebangan hutan, reklamasi dan sedimentasi, serta pencemaran lingkungan. (Setyawan dkk., 2003). Seluas 4.707,83 hektare wilayah di pantura Jawa Tengah sudah mengalami kerusakan. pantai utara mencapai 486,73 kilometer dan sekitar 75 persen di antaranya sudah mengalami rusak. Pantai yang mengalami abrasi terparah di antaranya yaitu Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.

Kerusakan Pantai di Muara Reja
Secara administratif Kota dan Kabupaten Tegal memegang peranan penting dalam sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah pantura. Kedua wilayah ini menempati posisi strategis di persilangan arus transportasi Semarang – Cirebon – Jakarta dan Jakarta – Tegal – Purwokerto. Penduduk Kota Tegal pada tahun 2005 adalah 245.324 jiwa, terdiri dari laki-laki 122.969 jiwa dan 122.355 jiwa penduduk perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,06% per tahun rata-rata setiap tahunnya sebesar 2,88 %/tahun, sedangkan kepadatan penduduk di Kabupaten Tegal tahun 2000 sebesar 1.513 jiwa/km2 atau jiwa/ha.








Kerusakan Tambak di Kelurahan Muara Reja
Tegal merupakan kawasan bahari dengan angka tenaga kerja di sektor perikanan dan kelautan yang cukup besar. Sektor ini mampu menyerap 4,31% dari total pekerja, yang terdiri atas nelayan, pengolah ikan tradisional dan pedagang ikan. Hasil dari komoditas laut Tegal telah diekspor ke Jepang dan AS. Kasus menurunnya angka produktifitas pendapatan ikan 5 tahun ini telah diduga tidak lepas dari faktor semakin berkurangnya luasan mangrove di Kabupaten Tegal. Hal ini disebabkan karena sekitar 90% ikan di habitat laut produktif melakukan pemijahan/beranak di kawasan mangrove. Kasus abrasi yang terjadi di Tegal telah mengakibatkan ratusan hektar tambak warga hilang, menghanyutkan sekitar 75 rumah penduduk di Kabupaten Tegal, Selain itu lebar pantai juga berkurang hingga 300 meter dalam lima tahun terakhir Apabila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan diperkirakan wilayah daratan yang berada di sebelah utara jalur pantura akan hilang Salah satu upaya rehabilitasi untuk mengurangi dampak abrasi adalah rehabilitasi pantai dengan penanaman bakau. Ancaman abrasi di sepanjang pantai Kota Tegal tidak boleh diabaikan. Persoalan tersebut harus mendapatkan penanganan yang serius karena dapat membahayakan ekosistem dan pemukiman penduduk.