Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, December 8, 2010

PARADIGMA DALAM SOSIOLOGI

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12871722/PARADIGMADALAMSOSIOLOGI.doc.html

NO. POINT-POINT PARADIGMA FAKTA SOSIAL PARADIGMA DEFINISI SOSIAL PARADIGMA PERILAKU SOSIAL PARADIGMA SOSIOLOGI TERPADU
1. Tokoh Emile Durkheim Max Weber B.F. Skinner George Ritzer
2. Exemplar - The rules of sociological method
- Suicide - Tindakan sosial - Beyond freedom and dignity - Bukan pengganti paradigma yang sudah ada
- Terletak pada hubungan tingkat realitas
- Menekankan perhatian pada sosiologi modern
- Tingkat realitas sosial adalah pembagian konseptual
- Diperbandingkan berdasarkan perjalanan waktu
- Bersifat historis
- Mengambil manfaat dari logika dialektis
3. Subject matter Adalah: fakta sosial, secara garis besarnya fakta sosial terdiri dari 2 tipe, yaitu: struktur sosial (social structure) dan pranata sosial (social institution). Secara lebih terperinci fakta sosial terdiri atas: kelompok, kesatuan masyarakat tertentu (societies), sistem sosial, posisi, peranan, nilai, keluarga, pemerintah, dsb Adalah tindakan penuh arti dari individu sepanjang tindakannya mempunyai makna / arti subyektif bagi dirinya sendiri dan diarahkan kepada orang lain. Sebaliknya tindakan individu yang diarahkan kepada benda mati semata tanpa dihubungkannya dengan tindakan orang lain bukan merupakan tindakan sosial. Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara individu dan linkungan. Secara singkat pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat / perubahan dalam faktof lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Jadi terdapat hubungan fungsional antara tingkah laku dengan perubahan yang terjadi dalam ling-kungan aktor Paradigma sosiologi terpadu membahas keempat tingkatan realitas sosial ini. Secara integratif, paradigma terpadu menjelaskan tentang:
- Kesatuan makro objektif, seperti birokrasi
- Struktur makro subyektif seperti kultur
- Fenomena mikro objektif, seperti pola-pola interaktif sosial.
- Faktor-faktor mikro subjektif, seperti proses pembentukan realitas.
4. Teori - Teori fungsionalisme struktural
- Teori konflik
- Teori sistem
- Teori sosiologi makro - Teori aksi
- Teori interaksionalisme simbolik
- Teori fenomenalogi - Teori behavioral sociology
- Teori exchange -
5. Metode Metode kuesioner dan metode interview Metode observasi Metode kuesioner, metode interview dan metode observasi Metode komparatif
6. Contoh Salah satu fakta sosial dalam bentuk material adalah konflik / pertentangan. Konflik yaitu proses sosial antar perorangan / kelompok dalam masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang mendasar, yang menimbulkan adanya jurang pemisah yang menghalangi interaksi sosial diantara mereka yang bertikai. Seorang mahasiswa yang memberikan tebengan boncengan kepada seorang temannya, ketika hendak berangkat kuliah. Hal ini merupakan contoh tindakan sosial yang dilakukan individu yang penuh makna / arti. Dimana tindakan sosial ini merupakan persoalan dari paradigma definisi sosial. Perilaku seorang mahasiswa (STAIN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pekalongan. Dengan larangan menggunakan celana ketat bagi mahasiswa perempuan, membuat mahasiswa bisa merubah perilakunya dengan mengenakan celana yang lebih sopan, sehingga tercipta kegiatan belajar mengajar yang kondusif Seorang peneliti sosiologi dalam melakukan penelitiannya dengan meliputi aspek-aspek realitas sosial bukan hanya salah satu aspek saja. Peneliti tersebut meneliti sebuah masyarakat dalam kaitannya dengan budaya, interaksi, lembaga-lembaga sosial. Dengan demikian paradigma yang digunakan adalah paradigma terpadu.