Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, December 8, 2010

Manfaat Self-Disclosure

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12871512/Manfaat.docx.html

Self-disclosure atau pengungkapan diri memiliki peranan yang penting dalam interaksi sosial, untuk dapat berani menyampaikan pendapatnya, perasaan dan segala yang ada di pikirannya. Para ahli psikologi menganggap bahwa pengungkapan diri sangatlah penting. Hal ini didasarkan pada pendapat yang mengatakan bahwa pengungkapan diri yang dilakukan secara tepat merupakan indikasi dari kesehatan mental seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengungkapkan diri secara tepat terbukti lebih mampu menyesuaikan diri (adaptif), lebih percaya diri, lebih kompeten, ekstrovert, dapat diandalkan, lebih mampu bersikap positif dan percaya pada orang lain, lebih obyektif dan terbuka (Johnson dalam www.e-psikologi.com).
Manfaat self-disclosure dijabarkan sebagai berikut (Papu, 2002 dalam www.e-psikologi.com) :
1. Meningkatkan kesadaran diri (self-awarenes)
2. Membangun hubungan yang lebih dekat dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak.
3. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi
4. Mengurangi rasa malu dan meningkatkan penerimaan diri (self acceptance)
5. Memecahkan berbagai konflik dalam masalah interpersonal.
6. Memperoleh energi tambahan dan menjadi lebih spontan.
7. Meringankan diri dari beban pikiran yang mengakibatkan ketegangan dan stres.
Sedangkan Derlega dan Grzelak (dalam Sears 1989: 254) mengajukan lima fungsi pengungkapan diri yaitu :
1. Ekspresi : Perasaan senang, kecewa, kesal tentang suatu hal pasti pernah dirasakan. Untuk mengeluarkan perasaan itu lebih senang pada seseorang yang sudah dikenal. Dengan pengungkapan diri akan mendapat kesempatan untuk mengekspresikan perasaan tersebut.
2. Penjernihan diri (self clarification) : Dengan saling berbagi perasaan pada orang lain tentang masalah yang dihadapi, berharap mendapat penjelasan dan pemahaman dari orang lain sehingga pikiran akan menjadi jernih dan tenang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
3. Keabsahan sosial (social validation) : Dengan sudut pandang sendiri akan cenderung menggunakan ukuran yang idealistis menurut diri sendiri, dengan mengkomunikasikannya pada orang lain akan mendapatkan informasi tentang kebenaran dari pandangan diri sendiri, persetujuan, dukungan atau sebaliknya.
4. Kendali sosial (social control) : Seseorang dapat mengemukakan atau menyembunyikan informasi tentang keadaan dirinya yang dimaksudkan untuk mengadakan control sosial.
5. Perkembangan hubungan (relationship development) : Saling berbagi rasa dan informasi tentang diri pribadi kepada orang lain dan saling percaya adalah usaha yang penting dalam merintis suatu hubungan sehingga akan semakin meningkatkan keakraban.