Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, December 14, 2010

Makalah ILMU KEPELATIHAN

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12957298/ANNISAPRIHANTARIKEtikanSiapprint.doc.html

I. PENGERTIAN KEPELATIHAN
A. Pengertian Kepelatihan
Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk atlet agar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan bakat, kemampuan, keterampilan kondisi fisik, pengetahuan sikap-sikap, penguasaan emosi serta kepribadian pada umumnya.

B. Mengapa ilmu kepelatihan perlu dipelajari?
Jawaban: Protein aktif untuk menjadi prestasi membutuhkan proses.
Contoh: IPTEK. Proses yang memperlukan kajian-kajian tertentu dan juga penunjang-penunjang lain, untuk mengungkap potensi atlet menjadi prestasi memerlukan proses yang meliputi IPTE, dan lain-lain.

C. Pengertian Olahraga; Gerak yang dilakukan secara sadar dengan menggunakan secara sistematis utuk menjadi tujuan tertentu.
 Jenis-jenis Olahraga adalah:
1. Olahraga pendidikan adalah: olahraga yang diberikan disekolah-sekolah untuk kemampuan keimbangan intelekual dan
2. Olahraga Prestasi adalah: olahraga yang diciptakan untuk mencetak olahraga yang berkompetensi
3. Olahraga Rekreasi adalah: olahraga yang dilakukan pada waktu luang.
4. Olahraga penyembuhan adalah: olahraga yang digunakan untuk penyembuhan.

D. Ciri-ciri pelatih yang bersifat Universal:
Pada olahraga prestasi yaitu:
1. Mencari atlet / olahragawan yang sudah menguasai cabang olahraga. (Pembinaan – setelah p\mendapatkan pemanduan bakat).
2. Prioritas satu cabang olahraga
3. Berorientasi pada perorangan bukan regu.
Contoh: pada pelatih sepakbola, kebutuhan fisik masing-masing posisi berbeda-beda.
4. harus berangkat dan atlet yang berbakat pendidikan.
5. Melatih juga merupakan ruang lingkup maksudnya harus, memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
6. Melatih punya kiat yaitu seni melatih tekologi dan ilmu pengetahuan.

II. POLA SISTEM PEMBINAAN OLAHRAGA PIRAMIDA
 Pembinaan Tahapan I. Permasalahan
Sasaran yang diharapkan adalah mendapatkan populasi calon bibit unggul.
Ciri mendasar kondisi masih berdasarkan pada pengaruh lingkungan luar.

 Pembinaan Tahapan II. Pembibitan
Sasaran yang diharapkan mendapatkan bibit yang baik/ unggul. Indikator yang perlu diperhatikan adalah antropometik, skill, kesehatan, kesegaran jasmani, IQ

 Pembinaan Tahap III
Sasaran yang diharapkan adalah mendapatkan atlet bayangan. Indiaktor yang perlu diperhatikan adalah antropometrik, skill, kesalahan, kesegaran jasmani moral, mental, sosial, dan IQ.

 Pembinaan Tahap IV
Sasaran yang diharapkan adalah mendapatkan team inti. Indikator yang diperlukan adalah antropometik, skill, kesehatan, kesegaran jasmani, moral, mental, sosial, IQ.



 Pembinaan Tahapan V
Sasaran yang diharapkan adalah atlet siap tanding. Indikator yang perlu diperhatikan adalah kerjasama team dan kematangan juara.
“Penentuan latihan umum dan spesialis cab. OR berusaha”
Umur Latihan Umum Lat. Spesialis
13 – 14 th 60% 40%
15 – 16 th 40% 60%
17 – 18 th 20-25% 75-80%
1) Renang ......... 5-6 th selamat-selamatnya 7 th
2) Senam. Skating, ski .......... 7-8 th
Sepakbola, tenis, berkuda.
3) Balap sepeda, kano, lain, judo
Voli, basket, bola tangan, hockey,
Anggar dan loncat indah ............................... 10 th
4) Polo air, panahan, menembak,
Loncat, ............................................................. 12 th
5) Lembing, Cakram, Matril dan tolak peluru ......13 th
6) Angkat besi, gulat ............................................. 15-16 th.
Pengelomokan Olahraga berdasarkan fungsi alat tubuh:
1. Cab, OR. Mengutamakan Aerobic
Olahraga yang ditempuh dalam waktu singkat (20-45 detik)
Co: Lari jarak pendek, senam, dll
2. Cab. OR yang mengutamakan Aerobic dan An Aerobic secara bersama olahraga yang ditempuh dalam waktu lebih dari 40 detik anaerobic.

III. PRINSIP – PRINSIP DAN MASA LATIHAN
A. Prinsip Melatih – Pelatih
 Mekanika
 Kesehatan Aerobic
 Prinsip dan Masa latihan
 Melatih Fisik – Loading
 Melatih Teknis
 Melatih Mental
 Penyusunan Program Latihan
Prinsip Latihan – Pelatihan
Atlet
Pembina

Dokter
Psikolog
Gizi
Mekanik
Dll, sesuai cab.OR
Menejemen.

B. Prinsip Latihan Harus Dipahami Oleh Pelatih, Olahragawan, dan seluruh yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
Hal ini dimaksudkan agar satu dengan yang lain atau pemahaman dan saru kesepakatan dalam melakukan kegiatan pembinaan olahraga tersebut.
Adapun prinsip tersebut meliputi:
1. Prinsip beban lebih
2. Individualitas
3. Kesehatan diamis
4. Stres dalam latihan,
5. Latihan khusus (sesuaikan dengan waktu pertandingan)
6. Teratur dan berkesinambungan
7. Memperhatikan masa pemulihan dan Istirahat.
8. Perkembangan prestasi.
9. Uji coba
10. Gizi Olahraga.

C. Masa-masa Latihan
Agar tidak terjadi cidera dan kesalahan dalam latihan, maka perlu ada masa-masa latihan.
Ada 3 tahap masa latihan:
1. Masa pendahuluan (Perseason)
Pada masa ini tekanan pada peningkatan kondisi fisik, sedangkan teknik berupa dasar teknik sederhana.
2. Masa permulaan (early Season)
Pada masa ini untuk memahirkan teknik, dari gerak elementeri ke gerak keseluruhan/gabungan.
3. Masa pertengahan (Mid Season)
4. Pertandingan (Let Season)
Tidak diharapkan untuk latihan teknik lagi tapi, latihan teknik dan menjaga kemampuan tapi, latihan teknik dan menjaga kemampuan fisik, kematangan juara.
5. Transisi
Masa setelah pertandingan selesai.

D. Prinsip-prinsip Latihan
- Fisik
- Teknik
- Mental / kematangan juara
1. Fisik
Contoh: Cabang Orag yang dominan pada fisik, maraton.
Fisik dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Dominan
Contoh: - Lari jauh
- Angkat Besi
b. Penunjang
Contoh: - Cectur
- Bradge
- Voli
- Panah
- Tenis
- Tembak.
Komponen Fisik ada 9 – 10 komponen.
Dan diantaranya yang paling menunjang dan berperan adalah “Kekuatan”.
Kekuatan adalah suatu kemampuan untuk melawan beban atau menahan beban.
 Cara Melatih.
Bentuk-bentuk latihan Fisik Antara lain:
 Untuk meningkatkan kekuatan dengan sistem pembebanan yaitu internal dan eksternal.
Adapun persyaratan awal adalah:
 Pemanasan yang cukup dan benar.
 Pemanasan harus disesuaikan dengan latihan yang akan diberikan.
 Prinsip beban lebih
 Harus diawali oleh orang yang ahli
 Repetition - <8> 12. (ulangan)
 Latihan harus diselingi waktu istirahat
 Pengaturan nafas
 Gizi yang cukup
 Individual loading.

E. Contoh – contoh Sistem Latihan
1. Set Sistem
Rb I – 12 ulangan / R – Beban/20 kg
Rb II – 12 ulangan / R – 20 kg
Rb III – 10 Ulangan / R – 20 kg
Rb III – II R Beban 20 kg
2. Super Set Sistem.
Latihan + Antagonis
Contoh: Trisape harus diimbangi dengan bisape.
3. SPUT RUTINE
Tiap hari bagian-bagian yang diberikan latihan berbeda-beda.
4. Multi Bundage.
Latihan dilakukan secara terus mnerus dan jika tidak kaut beban akan dikurangi sedikit demi sedikit.
5. DE LORME
Contoh: beban 20 kg
I 10 Rm ½ / 50% B.M = 10 kg
II 10 ulangan 10 kg (50%)
II 10 ulangan 15 kg (75%)
III 10 ulangan 25 kg (100%)