Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Tuesday, December 7, 2010

Hukum Newton

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12861762/HukumINewtonberbunyi.doc.html

Hukum I Newton berbunyi: “Benda yang dalam keadaan diam akan mempertahankan keadaannya untuk tetap diam dan benda yang sedang bergerak lurus beraturan akan cenderung mempertahankan keadaannya untuk bergerak lurus beraturan dalam arah yang sama selama tidak ada gaya yang bekerja padanya." Hukum II Newton berbunyi “Percepatan sebuah benda yang diberi gaya adalah sebanding dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.” Dalam bentuk rumus hukum II Newton dapat dituliskan: F=m.a. Hukum III Newton berbunyi “Setiap ada gaya aksi, maka akan selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.”

HUKUM NEWTON I
HUKUM NEWTON I disebut juga hukum kelembaman (Inersia).
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
DEFINISI HUKUM NEWTON I :
Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan
gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
 F = 0 a = 0 karena v=0 (diam), atau v= konstan (GLB)

HUKUM NEWTON II
a = F/m
 F = m a
 F = jumlah gaya-gaya pada benda
m = massa benda
a = percepatan benda
Rumus ini sangat penting karena pada hampir semna persoalan gerak {mendatar/translasi (GLBB) dan melingkar (GMB/GMBB)} yang berhubungan dengan percepatan den massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.

HUKUM NEWTON III

DEFINISI HUKUM NEWTON III:
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. Perlu diperhatikan bahwa kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.
F aksi = - F reaksi
N dan T1 = aksi reaksi (bekerja pada dua benda)
T2 dan W = bukan aksi reaksi (bekerja pada tiga benda)




1. 1 Usaha oleh Gaya Konstan
Istilah usaha dalam fisika agak berbeda dengan istilah usaha yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun ada beberapa
kemiripan. Sebagai istilah fisika, usaha yang dilakukan oleh suatu gaya
didefinisikan sebagai hasil perkalian skalar antara vektor gaya dengan vektor
perpindahan benda, atau hasil kali komponen gaya yang searah dengan
Gambar 1.Gaya oleh
tali busur
27
_
F
s
perpindahan benda dengan besar perpindahan benda. Usaha
dilambangkan dengan W (work) dan untuk gaya yang konstan
dirumuskan sebagai:
W (F cos)s Fs cos(1)
dengan _ adalah sudut antara vektor gaya dan vektor perpindahan benda.
Gambar 2. Sebuah balok yang ditarik oleh gaya F
dan berpindah sejauh s
Usaha secara fisis merupakan skalar,
Satuan usaha adalah N.m yang dalam sistem SI diberi nama Joule.
1 Joule = 107 erg
1 ft.lb = 1,356 joule (sistem Inggris)
1 kWh = 3,6 x 106 joule ( elektrik)
1 eV = 1,60 x 10-19 Joule ( fisika atom)
Mengingat di dalam usaha terdapat dua variabel yang berperan,
yakni perpindahan dan gaya (yang searah dengan perpindahannya),
maka tidak semua gaya yang bekerja pada suatu benda melakukan usaha.
Jika gaya tersebut berarah tegak lurus dengan arah perpindahan benda,
maka gaya tersebut tidak melakukan usaha apapun. Beberapa contoh
gaya yang tidak melakukan usaha adalah:
Gaya sentripetal, arahnya selalu tegak lurus lintasannya, maka usaha
oleh gaya sentripetal selalu nol.
Gaya normal, arahnya selalu tegak lurus bidang dimana benda
bergeser, maka usaha oleh gaya normal selalu nol.