Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Thursday, December 2, 2010

Batasan Masalah

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/12785386/BatasanMasalah.doc.html

1.EPIDEMIOLOGI
Penyebaran parasit ini sangatlah cepat. Penyebaran parasit toxoplasma gondii sangat luas yaitu dari daerah Alaska sampai dengan Australia. Distribusi yang sangat luas ini mungkin menjadi suatu bagian dalam mekanisme penularan. Kejadian toksoplasmosis ini pernah dilaporkan pada 35.940 wanita hamil di Norwegia antara tahun 1992-1994. Di Indonesia pernah dilaporkan oleh Gandahusada pada tahun 1995, bahwa angka prevelensi dari toksoplasmosis pada manusia berkisar antara 2-63%, kucing 35-73%, anjing 75%, babi 11-36%, kambing 11-61%, sedangkan sapi/kerbau kurang dari 10%. Parasit ini juga menyebabkan terjadinya keguguran spontan. Setelah diteliti ternyata sebagian besar positif terjangkit toxoplasma.
2. ETIOLOGI
Siklus hidup dari Toxoplasma gondii pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 dan sebagai inang definitif ( penjamu ) adalah kelompok familia Felidae termasuk kucing – kucing yang sudah terdomestikasi. Hewan berdarah panas, manusia, dan unggas sebagai inang perantara. Kucing yang terdomestikasi merupakan golongan yang sangat penting untuk penularan terjadinya toksoplasmosis pada hewan lain ataupun manusia. Parasit ini ditularkan dengan tiga cara yaitu dengan cara kongenital yaitu melalui plasenta, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi oleh kista dan melalui kotoran asal kucing yang mengandung ookista. Dalam silkus hidupnya pada phylum Amplicomplexa mengenal 3 stadium yaitu stadium takizoit, stadium takizoid, dan stadium bradizoid.
3. PATOGENESIS
Toxoplasma gondii merupakan suatu parasit intraseluler dan reproduksi terjadi di dalam sel. Kebanyakan kasus toxoplasmosis pada manusia didapat karena mengkonsumsi jaringan yang mengandung kista yang ada pada daging yang proses pemasakannya kurang sempurna atau daging mentah. Selain itu, kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi. Gambaran klinis akan tampak segera setelah beberapa waktu jaringan mengalami kerusakan khususnya organ mata, jantug, dan kelenjar adrenal. Parasit ini juga dipengaruhi oleh keadaan temperatur dan kelembaban. Dengan adanya kelembaban dan temperatur yang sesuai ookista akan mampu bertahan beberapa bulan sampai lebih dari satu tahun. Lalat, cacing, kecoak, dan serangga lain mungkin dianggap sebagai agen mekanis dalam penyebaran parasit ini. Tingkat mortalitas dan morbiditas dari parasit ini cukup tinggi pada pasien yang mempunyai tingkat kekebalan tubuh rendah dan pada anak-anak yang tertular melalui ibunya.