Peluang Usaha

clicksor

sitti

Anda Pengunjung ke

Wednesday, November 24, 2010

GERAK REFLEKS BAYI

Download disini : http://www.ziddu.com/download/12669302/6GERAKREFLEKSBAYI.doc.html

Meski tampak tak berdaya, si kecil juga punya “jurus-jurus” untuk mempertahankan hidupnya. Begitu lahir ke dunia, si kecil akan diberikan uji stimulus oleh dokter anak untuk mengetahui apakah refleksnya berjalan dengan baik. Bila refleks tidak muncul, dokter akan menganalisa kemungkinan adanya gangguan atau kelainan pada otak atau sarafnya. Begitupun selanjutnya, fenomena refleks ini harus tetap dipantau perkembangannya.

Beragam refleks yang dimiliki oleh si kecil merupakan modal si kecil untuk bertahan hidup. Misalnya refleks mencari puting dan mengisapnya yang merupakan kemampuan pertama si kecil dalam memenuhi kebutuhan makanannya. Ketahuilah kapan gerak refleks ini sudah harus mulai melemah atau menghilang. Bila terjadi sesuatu yang tidak normal, maka Anda bisa menangkap sinyal adanya kelainan yang mungkin terjadi pada si kecil sedini mungkin.

Inilah beragam refleks yang dimiliki oleh si kecil berikut masa hilangnya refleks tersebut:

1. Refleks Moro
Refleks ini timbul ketika si kecil terkejut, umumnya karena ia merasa akan jatuh atau karena ada suara yang sangat keras. Reaksi yang timbul setelah terkejut adalah melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala lalu menarik kedua lengan dan kakinya ke arah dada. Terkadang tangannya menggapai benda-benda yang ada di dekatnya. Misalnya Anda sedang menggendongnya, kemudian tanpa sengaja kepalanya tidak dapat Anda tahan, maka tangan si kecil akan segera mencengkeram bahu atau rambut Anda. Refleks ini mulai menghilang antara usia 3-6 bulan.

2. Refleks Genggaman (Palmar Grasp)
Begitu Anda menyentuh telapak tangan si kecil, ia akan memberikan respon dengan menggenggam kembali jari Anda. Inilah yang disebut dengan refleks genggaman. Refleks ini dikenal juga dengan palmar grasp dan akan menghilang begitu si kecil melewati usia 6 bulan.

3. Refleks Babinski
Refleks Babinski terdapat di bagian kaki dan akan timbul jika Anda menggoyang-goyangkan telapak kaki si kecil. Respon yang diberikan adalah jari-jari kakinya akan membuka, kemudian secara perlahan kakinya akan menekuk ke arah dada. Refleks ini juga dikenal dengan plantar grasp, sedangkan nama Babinski diberikan sebagai penghormatan kepada dokter yang pertama kali menemukan refleks ini. Plantar grasp akan hilang saat si kecil merayakan ulang tahun pertamanya.

4. Refleks Mencari Puting
Refleks mengisap atau rooting refleks, sangat membantu Anda dalam proses menyusui. Refleks ini adalah naluri alamiah si kecil yang ditunjukkan dengan menoleh serta mencari “sumber makanannya” ketika Anda menyentuh pipi atau bagian ujung mulutnya.

Terkadang ketika si kecil menyusu ASI, tangannya yang belum terkontrol bergerak naik ke arah wajah dan menyentuh pipinya sendiri. Gerakan ini membingungkan si kecil dalam mencari puting ibu dan bisa mengakibatkan ia frustasi sehingga menangis. Untuk menghindari kejadian ini, cobalah untuk menahan tangannya dengan lilitan selimut atau bedong. Tak perlu diikat terlalu kencang, hanya sekadar untuk menjaga agar tangan si kecil tidak bergerak kesana-kemari.

Setelah si kecil berusia 4 bulan, refleks mengisapnya akan hilang, namun kepandaiannya dalam menyusu dari puting sang ibu juga meningkat.

5. Refleks Mengisap
Kemampuan mengisap si kecil juga merupakan sebuah refleks karena bayi yang baru lahir akan menghisap apapun yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Bagi si kecil, refleks menghisap ini berfungsi untuk makan, yaitu dengan menyusu ASI ataupun minum susu dari botol.

6. Refleks Melangkah
Refleks ini timbul ketika Anda mencoba membuat si kecil berdiri di atas lantai maka kakinya akan dijejak-jejakkan seperti akan berjalan. Refleks ini tidak mengindikasikan si kecil sudah mulai belajar berjalan dan akan hilang pada usia 4 bulan. Proses belajar berjalan yang sesungguhnya baru muncul di usia 10-12 bulan.

7. Refleks Tonic Neck
Anda dapat menemukan refleks tersebut dalam kondisi berikut: ketika Anda baringkan si kecil dalam keadaan telentang dengan wajah berpaling ke salah satu arah, maka posisi lengan dan tubuhnya seakan bergerak ke arah yang berlawanan. Sementara di kaki dan tangannya menekuk menciptakan kesan seperti pemain anggar yang sedang mengambil posisi siap ( fencing) . Gerakan refleks ini dikenal juga dengan fencing reflex , berdasarkan gambaran posisi yang diciptakan oleh gerakan refleks tersebut.

8. Berenang
Ya, si kecil sudah memiliki naluri untuk bertahan hidup dalam air. Refleks ini timbul ketika Anda membawanya ke dalam air dimana secara alami ia akan menggerakkan tangan dan kakinya. Gerakan ini disebut juga gerakan paddle dog , karena mirip dengan gerakan anjing ketika berenang. Refleks ini akan hilang ketika si kecil berusia 6-7 bulan.
8 Gerak Refleks Bayi
Meski tampak tak berdaya, si kecil juga punya “jurus-jurus” untuk mempertahankan hidupnya. Begitu lahir ke dunia, si kecil akan diberikan uji stimulus oleh dokter anak untuk mengetahui apakah refleksnya berjalan dengan baik. Bila refleks tidak muncul, dokter akan menganalisa kemungkinan adanya gangguan atau kelainan pada otak atau sarafnya. Begitupun selanjutnya, fenomena refleks ini harus tetap dipantau perkembangannya.

Beragam refleks yang dimiliki oleh si kecil merupakan modal si kecil untuk bertahan hidup. Misalnya refleks mencari puting dan mengisapnya yang merupakan kemampuan pertama si kecil dalam memenuhi kebutuhan makanannya. Ketahuilah kapan gerak refleks ini sudah harus mulai melemah atau menghilang. Bila terjadi sesuatu yang tidak normal, maka Anda bisa menangkap sinyal adanya kelainan yang mungkin terjadi pada si kecil sedini mungkin.

Inilah beragam refleks yang dimiliki oleh si kecil berikut masa hilangnya refleks tersebut:

1. Refleks Moro
Refleks ini timbul ketika si kecil terkejut, umumnya karena ia merasa akan jatuh atau karena ada suara yang sangat keras. Reaksi yang timbul setelah terkejut adalah melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala lalu menarik kedua lengan dan kakinya ke arah dada. Terkadang tangannya menggapai benda-benda yang ada di dekatnya. Misalnya Anda sedang menggendongnya, kemudian tanpa sengaja kepalanya tidak dapat Anda tahan, maka tangan si kecil akan segera mencengkeram bahu atau rambut Anda. Refleks ini mulai menghilang antara usia 3-6 bulan.

2. Refleks Genggaman ( Palmar Grasp )
Begitu Anda menyentuh telapak tangan si kecil, ia akan memberikan respon dengan menggenggam kembali jari Anda. Inilah yang disebut dengan refleks genggaman. Refleks ini dikenal juga dengan palmar grasp dan akan menghilang begitu si kecil melewati usia 6 bulan.

3. Refleks Babinski
Refleks Babinski terdapat di bagian kaki dan akan timbul jika Anda menggoyang-goyangkan telapak kaki si kecil. Respon yang diberikan adalah jari-jari kakinya akan membuka, kemudian secara perlahan kakinya akan menekuk ke arah dada. Refleks ini juga dikenal dengan plantar grasp, sedangkan nama Babinski diberikan sebagai penghormatan kepada dokter yang pertama kali menemukan refleks ini. Plantar grasp akan hilang saat si kecil merayakan ulang tahun pertamanya.

4. Refleks Mencari Puting
Refleks mengisap atau rooting refleks, sangat membantu Anda dalam proses menyusui. Refleks ini adalah naluri alamiah si kecil yang ditunjukkan dengan menoleh serta mencari “sumber makanannya” ketika Anda menyentuh pipi atau bagian ujung mulutnya.

Terkadang ketika si kecil menyusu ASI, tangannya yang belum terkontrol bergerak naik ke arah wajah dan menyentuh pipinya sendiri. Gerakan ini membingungkan si kecil dalam mencari puting ibu dan bisa mengakibatkan ia frustasi sehingga menangis. Untuk menghindari kejadian ini, cobalah untuk menahan tangannya dengan lilitan selimut atau bedong. Tak perlu diikat terlalu kencang, hanya sekadar untuk menjaga agar tangan si kecil tidak bergerak kesana-kemari. Setelah si kecil berusia 4 bulan, refleks mengisapnya akan hilang, namun kepandaiannya dalam menyusu dari puting sang ibu juga meningkat.

5. Refleks Mengisap
Kemampuan mengisap si kecil juga merupakan sebuah refleks karena bayi yang baru lahir akan menghisap apapun yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Bagi si kecil, refleks menghisap ini berfungsi untuk makan, yaitu dengan menyusu ASI ataupun minum susu dari botol.

6. Refleks Melangkah
Refleks ini timbul ketika Anda mencoba membuat si kecil berdiri di atas lantai maka kakinya akan dijejak-jejakkan seperti akan berjalan. Refleks ini tidak mengindikasikan si kecil sudah mulai belajar berjalan dan akan hilang pada usia 4 bulan. Proses belajar berjalan yang sesungguhnya baru muncul di usia 10-12 bulan.

7. Refleks Tonic Neck
Anda dapat menemukan refleks tersebut dalam kondisi berikut: ketika Anda baringkan si kecil dalam keadaan telentang dengan wajah berpaling ke salah satu arah, maka posisi lengan dan tubuhnya seakan bergerak ke arah yang berlawanan. Sementara di kaki dan tangannya menekuk menciptakan kesan seperti pemain anggar yang sedang mengambil posisi siap ( fencing) . Gerakan refleks ini dikenal juga dengan fencing reflex , berdasarkan gambaran posisi yang diciptakan oleh gerakan refleks tersebut.

8. Berenang
Ya, si kecil sudah memiliki naluri untuk bertahan hidup dalam air. Refleks ini timbul ketika Anda membawanya ke dalam air dimana secara alami ia akan menggerakkan tangan dan kakinya. Gerakan ini disebut juga gerakan paddle dog , karena mirip dengan gerakan anjing ketika berenang. Refleks ini akan hilang ketika si kecil berusia 6-7 bulan.

Gerak Normal Refleks Bayi Baru Lahir

Meski terlihat ringkih, setiap bayi baru lahir sudah dibekali kemampuan khusus dari Alloh berupa gerak refleks. Gerak ini dilakukan tanpa disadari oleh bayi dan secara otomatis diperlihatkan begitu ada rangsang dari luar. Pada bayi yang baru lahir normalnya sudah bisa menggerak-gerakkan kedua tangan dan kaki, menggenggam, menendang, membuka mulut, menghisap, menangis, dan berbagai kemampuan gerakan dasar lainnya. Berbagai gerakan refleks ini berguna untuk mempertahankan diri bayi di lingkungan baru dan menjadi alat komunikasi pertama dirinya dengan lingkungan.

Pada awal-awal kehidupannya, bayi sering menekuk kedua tangan serta kaki ke arah tubuhnya, sementara telapak tangan dan kaki mengepal. Ini merupakan pertanda bahwa bayi sedang kedinginan. Dengan bertingkah seperti ini maka sang bayi secara refleks berusaha mempertahankan diri terhadap lingkungan yaitu dengan mempertahankan kehangatan dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Jadi, gerak refleks merupakan media untuk menyesuaikan diri bayi dengan lingkungan di awal-awal kehidupannya.

Ada 6 refleks penting yang harus dimiliki setiap bayi baru lahir. Refleks yang pertama adalah refleks melangkah. Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak dan pastikan kepalanya tertopang dengan baik, kemudian kakinya menyentuh bidang yang datar, maka secara otomatis bayi akan meluruskan tungkainya seolah-olah hendak berdiri. Begitu tubuhnya dimiringkan ke depan maka kakinya akan bergerak seakan-akan ingin melangkah. Refleks ini akan menghilang dalam beberapa bulan dan menjelang tahun pertamanya, ketika bayi mulai siap berjalan, refleks ini akan muncul kembali.

Gerak refleks selanjutnya adalah refleks mencari puting (rooting). Saat sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan maka bayi akan langsung memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut membuka. Bila pipinya bersentuhan dengan payudara ibu maka bayi akan langsung memiringkan kepalanya dan mengarahkan mulutnya untuk mendapatkan ASI. Refleks ini bersama dengan gerak refleks menghisap akan membantu bayi untuk menyusu. Refleks selanjutnya adalah reflek menghisap. Bila bibirnya disentuh dengan ujung jari maka secara otomatis bayi akan membuka mulutnya dan mulai menghisap. Ketika puting susu masuk ke dalam mulutnya, maka bayi akan langsung menghisap ASI.

Refleks menggenggam (babinski) akan muncul ketika jari Anda diletakkan di tengah telapak tangan atau di bawah jari kakinya dan bayi akan secara otomatis akan menekuk dan mengerutkan jari-jarinya seolah-olah ingin mengenggam atau menjepit erat. Refleks ini akan menghilang sejalan dengan perkembangan bayi dalam mengontrol gerakan jari jemarinya. Biasanya hilang pada usia 5 bulan.

Refleks moro merupakan refleks yang menunjukkan reaksi emosional bayi. Bila Anda memukul keras-keras atau menarik alas tidurnya serta mengangkat dan menurunkan tubuh bayi secara mendadak, maka kedua tangan dan kakinya akan merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun menggenggam.

Refleks yang terakhir adalah refleks leher asimetrik tonik. Refleks ini agak sulit terlihat namun bisa diamati. Caranya dengan membaringkan bayi lalu miringkan kepalanya ke sisi kiri maka tangan kiri bayi akan segera merentang lurus ke luar sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya. Begitu pula jika Anda memiringkan kepala bayi ke kanan maka tangan kanan bayi akan merentang lurus sedangkan tangan kirinya akan menekuk ke arah kepalanya. Refleks ini paling terlihat jelas saat bayi berusia 2 bulan dan akan menghilang saat berusia 5 bulan.

Peran gerak refleks bayi sangatlah penting sehingga dokter akan memeriksanya dengan seksama. Selain melihat ada tidaknya refleks, dokter juga akan memeriksa kesimetrisan gerak refleks bayi. Pemeriksaan ini sangat penting karena menginterpretasikan gerak refleks ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar piawai. Meski begitu, orang tua juga bisa ikut memantau beberapa gerak refleks bayi di rumah. Hal ini berguna supaya orang tua mengetahui besarnya kemampuan perkembangan fungsi sistem saraf pusat dan kordinasi motorik yang sudah dicapai bayinya.

Ada beberapa refleks yang tidak seterusnya ada dan menghilang sejalan dengan pertambahan usia, pertumbuhan fisik dan kemampuan fungsi organ tubuhnya. Bisa juga gerak refleks tadi berkembang menjadi gerakan yang lebih terkontrol. Bila masih ada gerak refleks yang seharusnya sudah hilang di usia tertentu perlu segera dikonsultasikan ke dokter. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan pada proses perkembangan bayi.
Tes Apgar untuk Menilai Refleks Bayi

Sebagian besar gerakan yang dipamerkan bayi baru memang merupakan gerak refleks. Walaui demikian, bekal penting ini banyak manfaatnya di kehidupan barunya.

Selama dalam kandungan, bayi selalu mendapat kenyamanan dan kemudahan. Bagaimana tidak? Tubuhnya aman terlindung dalam kantung ketuban, serta segala sesuatunya, seperti bernapas dan mengonsumsi makanan sehat, dijamin 100% oleh sang bunda.

Begitu lahir ke dunia, tepatnya setelah tali yang menghubungkan bayi dan Anda terputus, mau tidak mau ia harus berjuang sendirian. Makanya, organ-organ penting pendukung kehidupan harus mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Nah, untuk melihat apakah organ tersebut sudah siap bertugas atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan, yakni tes Apgar.

Tes Apgar, tes paling pertama. Tes Apgar adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim bundanya. Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu:
• Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.
• Pulse: Frekuensi denyut jantung.
• Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.
• Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot.
• Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.

Serangkaian pemeriksaan tadi masing-masing akan diberi nilai. Bila reaksi bayi bagus, maka nilainya 2. Reaksi kurang baik bernilai 1, sedangkan reaksi buruk bernilai 0. Kesemua nilai tadi akan dijumlahkan, sehingga didapatlah hasil sebagai berikut:

• Nilai 10: Bayi memberi reaksi sangat baik pada semua pemeriksaan.
• Nilai 7-10: bayi dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
• Nilai di bawah 7: Fungsi jantung dan paru-paru bayi tidak baik, sehingga perlu pertolongan.
• Nilai 0: Bayi meninggal saat lahir.

Bekal khusus yang ampuh. Salah satu tes Apgar memang pemeriksaan terhadap gerak refleks. Lalu apa istimewanya gerak refleks ini? Meski terlihat ringkih, setiap bayi baru lahir dibekali kemampuan khusus oleh Tuhan. Yaitu, gerak refleks, gerak yang dilakukan tanpa disadari balita. Gerak ini secara otomatis dipamerkannya begitu ada rangsang dari luar.

Biar gampang, coba saja perhatikan bayi. Bukankah ia sudah bisa menggerak-gerakkan kedua tangan dan kaki, menggenggam, menendang, membuka mulut, menghisap, menangis, dan seabrek kebisaan lainnya. Ternyata gerak refleks sangat ampuh untuk mempertahankan dirinya di lingkungan baru plus jadi alat komunikasi pertama dengan lingkungannya. Bagaimana mungkin?

Di awal-awal kehidupannya, bayi sering menekuk kedua tangan serta kaki ke arah tubuhnya, sementara telapak tangan dan kakinya mengepal. Sebenarnya, ini pertanda ia lagi kedinginan. Maklumlah, selama ini ia kan berada di tempat yang super hangat dan nyaman, yaitu rahim Anda. Nah, dengan berpose seperti ini, sebenarnya bayi berusaha mempertahankan dirinya terhadap lingkungannya. Apa itu? Mempertahankan kehangatan dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Jadi, gerak refleks adalah media untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal-awal kehidupannya.

Bagaimana dengan menangis? Ini refleks yang juga bisa dijadikan alat komunikasi. Biasanya sih, bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Entah karena lapar, kepanasan, merasa bising, atau popoknya basah.


Perkembangan Bayi Bulan Pertama

diambil dari:
Perkembangan Bayi Bulan 1
Perkembangan di usia bayi merupakan suatu proses yang terus berjalan. Orangtua akan menemukan ciri-ciri yang khas pada setiap tahap perkembangannya sejak bulan pertama. Cermati bila ada sesuatu yang mencurigakan berdasarkan penjelasan dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini.
Posisi Tubuh
Beberapa minggu setelah lahir posisi tubuh bayi tampak melengkung atau seperti posisi katak. Posisi ini merupakan warisan saat ia berada dalam kandungan yang ruangnya terbatas. Jari-jemari tangannya pun dalam kondisi mengepal. Jika berbaring kepalanya menghadap salah satu sisi.
Perilaku Sosial
Pengalaman pertama bayi berhubungan dengan orang lain ialah saat menatap ibunya kala menyusu. Saat ini bayi bisa merasakan kesan kelembutan dan kehangatan melalui sentuhan kulit dengan ibunya. Lakukanlah stimulasi sesering mungkin sambil beraktivitas. Misalnya sambil menyusui, memandikan, atau saat beraktivitas lainnya.
Gerak refleks
Pada usia awal bayi sering kali menunjukkan gerakan-gerakan secara spontan. Misal, jika telapak kakinya ditekan ia akan menggerakkan badannya, seperti gerakan merayap. Bila telapak tangannya dibuka dan jari kita disentuhkan pada telapak tangannya, langsung ibu jari dan jari lainnya mengepal dan menggenggam. Bayi juga sering menunjukkan sikap terkejut atau kaget dengan merentangkan lengannya atau mungkin menangis.
Motorik Kasar
Begitu lahir, aspek motorik bayi sudah mulai berkembang. Gerakan otot-otot besar pada tangan dan kakinya bergerak sangat aktif. Pada minggu-minggu pertama biasanya bila bayi ditelungkupkan, tampak ia menggoyang-goyangkan kepalanya, paling tidak sekitar 3 detik. Kemudian ia meletakkan kepalanya ke arah satu sisi. Umumnya, dalam waktu 20 hari sampai belum genap usia sebulan, jika tak ada kelainan secara spontan dia akan berusaha mengangkat kepalanya sendiri saat ditelungkupkan. Jika kepalanya terkulai lemas/tak terangkat saat ditelungkupkan, perlu dicermati sebagai tanda mencurigakan. Kemungkinan ada suatu penyakit yang dideritanya.
Gerakan motorik kasar yang seimbang juga bisa dilakukan bayi sejak lahir hingga usia setengah bulan. Ini bisa dilihat dari anggota gerak tangan dan kakinya. Saat kaget, keempat anggota geraknya yang semula dalam posisi menekuk seperti katak, mengalami ekstensi menjadi lurus secara bersamaan.
Emosi
Perkembangan emosi bayi harus terus dipantau mengingat masa ini merupakan dimulainya pembentukan kecerdasan emosi/emotional quotient (EQ). EQ ini memegang peran sangat penting dalam menumbuhkan rasa aman yang selanjutnya memupuk kepribadiannya tumbuh secara positif. EQ juga sangat mendukung pertumbuhan berbagai aspek kecerdasan bayi itu sendiri.
Sejak baru lahir bayi sudah dapat menunjukkan emosi pertamanya dalam bentuk tangis dan kerewelan. Dengan cara tersebut bayi mengungkapkan emosi akibat rasa tak nyaman seperti lapar, haus, dan lainnya. Umumnya selama minggu-minggu pertama ia akan sering menangis dan rewel. Tak mudah untuk mengenali apakah emosi bayi terganggu atau tidak. Namun yang penting orangtua berupaya untuk mengenali emosi yang ditunjukkan si kecil. Tanggaplah akan kebutuhannya. Pemenuhan ini selanjutnya akan menumbuhkan rasa percaya (basic trust) terhadap lingkungan terdekatnya.
Bila bayi terlihat begitu tenang, jarang menangis meski mengalami ketidaknyamanan, boleh saja bila orangtua mencurigai sesuatu, apakah ada gangguan kinerja otaknya. Untuk memastikannya tentu perlu observasi dan pemeriksaan oleh dokter untuk membantu menemukan masalahnya.
Bayi usia-usia awal juga umumnya jarang tersenyum. Apalagi bila kemudian ibu yang membesarkannya pun jarang tersenyum, jarang mengajaknya bercakap-cakap. Bayi kemungkinan juga sulit tersenyum atau sulit mengekspresikan perasaannya lewat suara-suara karena emosi bayi tak terstimulasi dengan baik. Jadi, demi kebaikannya seringlah tersenyum dan mengajaknya bicara di setiap kesempatan, entah saat menyusui, bermain, memakaikan baju, memandikan, dan sebagainya.
Berat & Panjang Badan
Pertumbuhan berat badan sekitar 3,0-4,3 kg. Panjang badan 49,8-54,3 cm,dan lingkar kepala 33-39cm.
Bahasa
Usia-usia awal bayi belum bisa berbicara dalam arti “berbahasa” yang sebenarnya. Bahasa yang diungkapkannya berupa tangisan. Ia akan menyatakan rasa lapar, ngantuk, dan rasa tak nyamannya akibat pipis atau cuaca panas lewat tangisan. Karenanya, bayi ingin dipahami dan orang-orang di sekitarnya harus berusaha memahami ekspresinya. Biasanya dalam beberapa minggu, orangtua sudah bisa membedakan tangisan bayinya. Apakah itu tangisan keras karena lapar, tangisan melengking karena kolik, atau tangisan pelan bagai keluhan karena merasa tak nyaman dan ingin dibelai.
Meski bayi belum dapat menangkap bahasa orang di sekitarnya, tetapi jangan pernah berhenti untuk selalu mengajaknya bicara, bahkan sejak ia masih dalam kandungan. Awalnya ia akan menangkap suara-suara yang didengarnya. Semakin sering mengajaknya bicara, maka akan semakin banyak hal yang dapat ia tangkap. Dari situ, kemampuan berbahasanya akan berkembang melalui tahapan- tahapan. Bayi yang banyak mendengar, kemampuan berbicaranya lebih cepat terasah karena kemampuan bahasa dan pendengaran saling berkaitan. Dendangkan nyanyian atau perdengarkan lagu-lagu dari tape. Buku-buku bergambar dan dongeng juga baik dibacakan untuk mengenalkan berbagai kosakata. Bahasa yang dominan dipakai akan menjadi bahasa ibu.
Motorik Halus
Gerak motorik halus berkaitan dengan koordinasi mata. Kemampuan penglihatannya masih bereaksi dengan objeknya berupa sinar. Jadi, jika didekatkan pada sinar terang tampak bayi seperti mengerjapkan matanya atau mengerutkan dahinya. Ada juga bayi yang sudah menatap, walaupun hanya sebentar saja.
Rangsang bayi dengan objek cahaya, mainan berwarna terang dan menyala seperti merah, kuning, hijau, serta suara-suara. Sekitar usia 1 minggu hingga 1 bulan 2 minggu, diharapkan bayi sudah bisa mengikuti arah objek yang digerakkan ke garis tengah pandang penglihatannya. Untuk memastikannya bisa dengan menaruh mainan berwarna terang di depan matanya sekitar 20 cm. Jika bayi sudah bisa mengikuti arah mainan tersebut pertanda si bayi sudah dapat menangkap lebih banyak yang dilihatnya, tak hanya membedakan gelap dan terang lagi. Hanya saja stimulasi ini perlu dilakukan berulang-ulang. Mulai usia 3 minggu berikan stimulasi dengan cara mengarahkan benda sebagai objeknya dari arah pinggir sampai lewat garis tengah. Diharapkan mata bayi akan mengikuti gerakan benda tersebut.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Perkembangan Fase Oral Bayi Dalam Proses Menyusui

Refleks oral yang terjadi hingga memasuki gerak volunter atau fase oral terjadi ketika usia 3 hingga 6 bulan. Lalu berkembang lagi memasuki proses belajar pengembangan keterampilan proses makan.

Berikut refleks oral pada bayi :

1. Refleks: Suck swallow
Stimulus: 1/3 depan lidah atau tengah bibir
Respon: Suck/suck swallow
Waktu menghilang: 4 bulan

2. Refleks: Root
Stimulus: Sekeliling rongga oral
Respon: Kepala bergerak ke arah stimulus
Waktu menghilang: 3-4 bulan atau lebih lama pada ASI

3. Refleks: Bite
Stimulus: gusi
Respon: Rahang gerak teratur ke atas dan ke bawah seperti menggigit

4. Refleks: Muntah
Stimulus: Lidah bagian depan
Respon: muntah
Waktu menghilang: Bergerak ke lidah bagian belakang pd usia 7 bulan